Minggu, 19 Juli 2026

Musim Hujan, DPRD Surabaya Desak BPBD dan DLH Siaga Total

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Senin, 10 November 2025 | 15:43 WIB
Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Cahyo Siswo Utomo (Nawi)
Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Cahyo Siswo Utomo (Nawi)

 

NAWACITAPOST.COM – Awal musim hujan di Surabaya kembali membawa masalah klasik: genangan dan banjir di sejumlah titik rawan. Melihat kondisi tersebut, Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo, meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk tidak hanya bersikap reaktif, tetapi juga proaktif menyiapkan langkah mitigasi.

“Sekarang ini sudah memasuki musim hujan, dan beberapa hari terakhir kita lihat genangan muncul di mana-mana. Kami berharap BPBD mengetahui titik-titik rawan, terutama yang berpotensi terjadi bencana,” tegas Cahyo seusai rapat paripurna antara Pemkot dan DPRD Surabaya, Kamis (6/11/2025).

Menurutnya, kesiapsiagaan harus dimulai sebelum air menggenang dan bukan setelah laporan datang. “BPBD harus responsif. Ketika hujan lebat turun, mereka sudah siaga di spot-spot rawan. Jangan sampai ada warga yang celaka karena terperosok ke kubangan air yang tak terlihat,” ujarnya mengingatkan.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menjelaskan bahwa tugas BPBD bukan untuk menyelesaikan akar penyebab banjir, melainkan memastikan penanganan darurat berjalan cepat dan efisien.

“Kalau soal mengatasi banjir itu bukan ranah BPBD, tapi Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga. Anggaran BPBD itu untuk antisipasi dan penanganan saat bencana,” jelasnya.

Di sisi lain, Cahyo memberi apresiasi kepada Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang turun langsung meninjau sejumlah titik banjir. Ia menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kepemimpinan yang tanggap terhadap kondisi warganya.

“Kita apresiasi Pak Wali Kota yang turun langsung ke lapangan. Kalau dari DPRD, nanti tergantung arahan Ketua Komisi A apakah akan ada sidak resmi. Tapi secara pribadi, anggota dewan berhak meninjau wilayah konstituennya,” ujarnya.

Namun, Cahyo juga menegaskan bahwa tindakan cepat kepala daerah seharusnya diikuti kinerja teknis yang selaras dari BPBD, DLH, dan Dinas Sumber Daya Air. “Jangan sampai semangat Pak Wali turun lapangan tidak diimbangi kecepatan OPD-nya,” tegasnya.

Selain banjir, Cahyo juga mengingatkan potensi pohon tumbang yang kerap terjadi saat hujan deras disertai angin kencang. Ia menyoroti pentingnya langkah antisipatif dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Respon cepat DLH sangat penting. Ada pohon-pohon tinggi yang rawan tumbang ketika hujan dan angin kencang. Kami harap DLH aktif melakukan perantingan, dan warga juga bisa melapor bila melihat titik berisiko,” ujarnya. 

Cahyo menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya sinergi tiga pihak — pemerintah, masyarakat, dan DPRD — dalam menghadapi musim hujan.

“Mitigasi itu kuncinya kolaborasi. Pemerintah harus siap, warga juga perlu waspada, dan DPRD akan terus mengawasi pelaksanaannya,” pungkasnya.

Ia menambahkan, bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor seharusnya tidak lagi dianggap sebagai kejadian mendadak. “Setiap tahun polanya sama, jadi semestinya kita sudah punya sistem siaga, bukan sistem panik,” tutup Cahyo tegas. ***

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini