Minggu, 19 Juli 2026

APBD Rp47 Miliar untuk Pemuda, Komisi A Dorong Gen Z Wujudkan Kreativitas

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Rabu, 22 Oktober 2025 | 16:26 WIB
Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri dari Fraksi PDI Perjuangan (Nawi)
Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri dari Fraksi PDI Perjuangan (Nawi)

NAWACITAPOST.COM — Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri dari Fraksi PDI Perjuangan, menegaskan dukungan penuh terhadap alokasi anggaran pemberdayaan pemuda yang mencapai Rp47 miliar dalam Rancangan APBD 2026.

Ia menyebut, anggaran tersebut menjadi bentuk nyata komitmen Pemerintah Kota Surabaya untuk memberi ruang kreasi dan inovasi bagi generasi muda, khususnya Generasi Z (Geng Z), menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda.

“Menjelang Sumpah Pemuda, kita melihat RAPBD sudah menganggarkan untuk pemberdayaan pemuda. Sesuai arahan dan keinginan Pak Wali Kota, bagaimana Gen Z ini menjadi sumber harapan kota. Di tangan merekalah tongkat estafet pembangunan akan terus berjalan,” ujar Syaifuddin yang akrab disapa kaji Ipuk, saat ditemui di ruang Komisi A, Rabu (22/10/2025).

Menurutnya, dana tersebut akan dialokasikan di tingkat kelurahan, dengan estimasi setara Rp35 juta per RW di seluruh wilayah Surabaya. Namun, ia menegaskan, pembagian dana tidak harus kaku berdasarkan RW, melainkan bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi kreatif pemuda di masing-masing wilayah.

“Kita memang menganggarkan sejumlah Rp47 miliar untuk seluruh Surabaya, jika dianalogikan per RW sekitar Rp35 juta. Tapi ini bukan pembagian kaku. Bisa saja dalam satu kelurahan ada kegiatan besar yang melibatkan banyak anak muda. Prinsipnya fleksibel sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Ipuk menambahkan, program ini terbuka untuk semua anak muda, tidak terbatas pada Karang Taruna. Semua pemuda, khususnya dari kalangan Gen Z, diharapkan bisa membentuk kelompok, menyusun proposal, dan mengajukan ide kreatif melalui kelurahan masing-masing.

“Pemuda-pemudi itu tidak hanya di Karang Taruna. Semua anak-anak Gen Z bisa berpartisipasi. Bentuk kelompok, ajukan proposal, sampaikan mimpi kalian. Pemerintah kota sudah menyiapkan sarana dan anggaran untuk mewujudkan itu,” ujarnya.

Ia juga mencontohkan berbagai jenis kegiatan yang bisa didanai, mulai dari pelatihan bengkel, komputer, ekonomi kreatif, hingga pembentukan usaha bersama seperti kafe atau produk makanan kekinian.

“Misalnya pelatihan bengkel boleh, pelatihan komputer boleh, merakit IT juga boleh. Bahkan kalau mereka ingin membuat usaha bersama seperti kafe atau produk kuliner kekinian, itu juga bisa diajukan,” kata Ipuk.

Politisi PDIP itu menegaskan, yang terpenting dari program ini bukan sekadar serapan anggaran, tetapi outcome yang jelas dan berdampak langsung bagi kemajuan anak muda Surabaya.

“Kita ingin program ini tidak hanya sekadar rutinitas. Outcome-nya harus terlihat. Anak-anak Gen Z Surabaya harus bisa menunjukkan kreativitas, meningkatkan ekonomi, moralitas, serta kemampuan budaya dan digitalnya. Mereka harus siap mengikuti perkembangan zaman,” tegasnya.

Ipuk juga mengimbau agar lurah-lurah di seluruh Surabaya aktif mendampingi pemuda dalam pelaksanaan program ini. Ia berharap, menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober dan pengesahan RAPBD pada 10 November mendatang, semangat pemuda semakin nyata dalam pembangunan kota.

“Jangan sampai program ini hanya sebatas serapan anggaran. Outcome-nya itu yang harus jadi tolok ukur. Kami di Komisi A sudah mendukung penuh dan mengamini program ini,” pungkasnya. ***

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini