NAWACITAPOST.COM – Komisi A DPRD Kota Surabaya meminta masyarakat untuk tidak takut melaporkan kematian anggota keluarganya ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Anggota Komisi A, Azhar Kahfi, menegaskan bahwa pelaporan kematian tidak akan membuat bantuan sosial (bansos) otomatis dicabut.
Menurutnya, bantuan tersebut justru bisa dialihkan kepada ahli waris yang sah, seperti istri, anak, atau keluarga lain yang memenuhi ketentuan dari Kementerian Sosial (Kemensos).
“Selaku mitra Komisi A DPRD Kota Surabaya, kami ingin menegaskan bahwa bansos tidak akan hilang begitu saja. Bantuan bisa dialihkan kepada ahli waris yang sah agar tetap tepat sasaran,” ujar Azhar Kahfi, Rabu (8/10/2025).
Politisi Gerindra itu menyoroti masih banyaknya warga yang enggan melapor karena khawatir kehilangan bansos. Berdasarkan laporan lapangan, tercatat sekitar seribu warga meninggal dunia yang akta kematiannya belum dilaporkan ke Disdukcapil.
“Kalau data penerima bansos tidak diperbarui, ya rawan salah sasaran. Akurasi data ini penting supaya bantuan benar-benar diterima oleh yang berhak,” tegas Kahfi.
Ia menilai, kesalahpahaman publik terkait pelaporan kematian perlu segera diluruskan. DPRD mendorong Pemerintah Kota Surabaya untuk melakukan edukasi masif kepada masyarakat agar tidak ada lagi keraguan dalam memperbarui data kependudukan.
“Masih banyak warga yang mengira kalau lapor kematian nanti bansos keluarga otomatis dihapus. Padahal tidak. Justru dengan melapor, bantuan bisa diteruskan ke ahli waris,” jelas mantan aktivis tersebut.
Lebih lanjut, Kahfi mengapresiasi langkah Pemkot Surabaya yang kini menyediakan sistem digital Klampid New Generation (KNG), sehingga pengurusan akta kematian dan administrasi lainnya bisa dilakukan secara online tanpa harus datang ke kantor.
“Sekarang semua bisa lewat HP, tidak perlu repot ke kantor. Jadi jangan takut, urusannya mudah, dan bansos tetap bisa dilanjutkan ke ahli waris,” tandasnya.
Azhar Kahfi berharap warga Surabaya semakin sadar pentingnya memperbarui data kependudukan, karena hal itu berdampak langsung pada efektivitas penyaluran bansos.
“Kepedulian warga terhadap administrasi kependudukan adalah langkah kecil tapi berdampak besar bagi efektivitas kebijakan sosial di Surabaya,” pungkasnya. ***