Kamis, 4 Juni 2026

Cahyo Harjo Prakoso Dampingi Korban Kebakaran Jemursari, Pastikan Penanganan Cepat

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Jumat, 19 September 2025 | 13:59 WIB
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, langsung turun ke lokasi Musibah kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk di Jemursari RT 04 RW 03, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Wonocolo,  (Nawi)
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, langsung turun ke lokasi Musibah kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk di Jemursari RT 04 RW 03, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Wonocolo, (Nawi)

NAWACITAPOST.COM – Musibah kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk di Jemursari RT 04 RW 03, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, Jumat (19/9/2025), menyisakan duka mendalam. Sebanyak tujuh rumah ludes dilalap api, membuat tujuh kepala keluarga kehilangan tempat tinggal dan harta benda.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, langsung turun ke lokasi untuk melihat kondisi warga terdampak. Didampingi perwakilan Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya, Cahyo menyempatkan berbincang dengan korban serta memberi dukungan kepada relawan yang bekerja tanpa lelah.

“Kami memastikan para korban mendapat penanganan cepat dan kondisi mereka terjamin,” ujar Cahyo.

Sejak awal kejadian, BPBD Kota Surabaya bersama perangkat kecamatan dan kelurahan telah menyalurkan bantuan darurat. Dinas Sosial Jatim juga turut memberikan logistik, pakaian, hingga perlengkapan sehari-hari.

“Bantuan permakanan, kebutuhan pokok, dan sandang sudah digelontorkan. Kolaborasi ini melibatkan pemerintah daerah hingga pusat,” jelas Ketua DPC Gerindra Surabaya itu.

Selain itu, program rehabilitasi sosial dan trauma healing juga dipersiapkan agar korban bisa pulih secara fisik maupun mental. “Termasuk program pelatihan dan pendampingan dari Dinas Sosial Jatim bersama Kementerian Sosial,” tambahnya.

Cahyo mengapresiasi kepedulian masyarakat sekitar yang langsung menampung korban sementara waktu.

“Warga saling membantu, ada yang menampung tetangganya yang kehilangan rumah. Semangat gotong royong ini mahal dan harus kita rawat bersama,” tegasnya.

Terkait pembangunan hunian sementara, Cahyo menegaskan masih diperlukan koordinasi dengan pemilik lahan. Pasalnya, rumah yang terbakar berdiri di atas tanah kontrakan milik satu orang.

“Kami akan berkoordinasi dengan pemilik lahan agar solusi yang diambil sesuai aturan dan tidak menimbulkan masalah ke depan,” ungkapnya.

Hingga kini, donasi dari masyarakat dan berbagai pihak telah terkumpul sekitar Rp50 juta. Dana itu akan dikelola Baznas untuk mempercepat pembangunan rumah bagi korban.

“Alhamdulillah dukungan masyarakat luar biasa. Kami berharap pembangunan rumah bisa segera terealisasi,” kata Cahyo.

Selain penanganan darurat, Cahyo menekankan pentingnya edukasi pencegahan kebakaran. Ia menilai program Desa Tangguh Bencana (Destana) dari BPBD perlu diperluas di wilayah padat penduduk.

“Pemadam kebakaran juga rutin memberikan penyuluhan bagi warga dan pelaku usaha. Edukasi ini sangat penting agar masyarakat lebih tangguh menghadapi potensi bencana,” imbuhnya.

Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini