Minggu, 19 Juli 2026

Empat Pimpinan DPRD Surabaya Apresiasi Workshop Wartawan, Dorong Optimalisasi Aset Pemkot untuk PAD

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Selasa, 26 Agustus 2025 | 00:56 WIB
Empat orang Pimpinan DPRD Kota Surabaya : Ketua Adi Sutarwijono, Wakil Ketua Bahtiyar Rifai, Laila Mufidah dan Arif Fathoni. (Nawi)
Empat orang Pimpinan DPRD Kota Surabaya : Ketua Adi Sutarwijono, Wakil Ketua Bahtiyar Rifai, Laila Mufidah dan Arif Fathoni. (Nawi)

NAWACITAPOST.COM – Pimpinan DPRD Kota Surabaya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya workshop wartawan yang membahas optimalisasi aset pemkot sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kegiatan yang digelar di Balai Diklat Pemkot Surabaya, Prigen, dinilai mampu memperkuat peran jurnalis sekaligus mendorong transparansi tata kelola aset daerah.

Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono menilai workshop ini menjadi ruang penting bagi wartawan untuk semakin kritis dan edukatif. “Saya apresiasi inisiatif wartawan Surabaya yang menggelar workshop. Ini memperkuat kompetensi jurnalis sekaligus menghadirkan isu-isu kritis yang berdampak positif bagi pembangunan kota,” kata Adi, Senin (25/8/2025).

Adi menambahkan, peran media sangat penting dalam merawat kebersamaan warga kota yang majemuk. “Saya berharap wartawan terus menghadirkan tulisan yang merekatkan dinamika sosial masyarakat Surabaya,” ujarnya.

Senada, Wakil Ketua DPRD Surabaya, Bahtiyar Rifai menekankan pentingnya pemanfaatan aset daerah. Ia mencontohkan aset di Prigen yang bisa dipakai untuk kepentingan publik.

“Banyak aset pemkot yang belum terkelola maksimal. Workshop ini penting agar masyarakat tahu sekaligus mendorong pemkot memanfaatkannya bagi kepentingan ekonomi warga,” tegas Bahtiyar.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Surabaya, Laila Mufidah menilai forum ini mendorong keterbukaan pengelolaan aset. “Wartawan punya peran penting untuk mengawal isu strategis seperti aset daerah. Yang paling penting, hasil diskusi bisa diwujudkan dalam kebijakan agar benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD lainnya, Arif Fathoni, berharap diskusi ini menjadi pemicu keterlibatan publik. “Workshop ini harus jadi trigger bagi pemkot untuk membuka ruang partisipasi publik. Aset mati jangan dibiarkan, tapi bisa digandengkan dengan pihak ketiga agar produktif dan mendukung PAD,” kata Fathoni.

Menurutnya, regulasi yang kaku sering jadi kendala. Ia mendorong pemkot mencari solusi ke Kementerian Dalam Negeri. “Fatwa khusus dari Kemendagri dibutuhkan agar aset yang terbengkalai bisa benar-benar memberi manfaat ekonomi dan jadi instrumen pengentasan kemiskinan,” pungkasnya. ***

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini