NAWACITAPOST.COM – Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, mengajak masyarakat untuk memaknai kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebagai momentum memperkuat tujuan bernegara. Menurutnya, cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa dan menyejahterakan rakyat harus terus diwujudkan secara nyata.
"Makna kemerdekaan kali ini adalah para penerus bangsa bisa melaksanakan tujuan bernegara kita yakni mencerdaskan kehidupan bangsa, mensejahterakan rakyat Indonesia," ujar Fathoni di Surabaya, Minggu (17/8/2024).
Politikus Partai Golkar itu menegaskan, DPRD Surabaya bersama pemerintah kota berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan dengan pembangunan infrastruktur pendidikan sekaligus peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan berkelanjutan.
"Untuk itu Pemkot dan DPRD terus berkomitmen memperbaiki kualitas pendidikan di Kota Surabaya, baik infrastruktur pendidikan maupun suprastruktur pendidikan melalui serangkaian bimtek berkelanjutan terhadap tenaga pendidik," jelasnya.
Fathoni optimistis, langkah tersebut akan melahirkan generasi muda Surabaya yang terdidik, berdaya saing, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045. "Agar pelajar sang pemilik masa depan bangsa bisa menjadi generasi terdidik, sehingga Indonesia memiliki SDM unggul dalam menyongsong Indonesia Emas 2045," tambahnya.
Selain fokus pada pendidikan, DPRD Surabaya juga mendorong pembangunan infrastruktur strategis untuk memperkuat posisi Kota Pahlawan sebagai pusat ekonomi. "DPRD terus mendorong pemerintah kota membangun infrastruktur strategis, agar keunggulan Surabaya sebagai pintu gerbang IKN bisa memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat," tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Surabaya sebagai Kota Pahlawan memiliki sejarah besar dalam perjuangan bangsa. Karena itu, momentum bulan kemerdekaan sebaiknya diisi dengan refleksi dan kontribusi nyata. "Surabaya sebagai Kota Pahlawan, tempat arek-arek Suroboyo mengusir penjajah, harus mengisi bulan kemerdekaan ini dengan renungan suci dan semangat memberikan sesuatu yang berguna bagi nusa dan bangsa," ungkapnya.
Fathoni menutup pesannya dengan harapan, kegembiraan memperingati kemerdekaan dapat menjadi energi positif untuk membangun bangsa ke depan. "Sehingga kegembiraan karena sudah berhasil melawan praktek kolonialisme menjadi energi positif bagi keberlangsungan bangsa Indonesia di masa yang akan datang," tandasnya.