Kamis, 4 Juni 2026

Pemkot Surabaya Siap Bedah 1.500 Rumah untuk Keluarga Miskin

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Jumat, 26 Januari 2024 | 07:15 WIB
Pemkot Surabaya menyiapkan kuota sebanyak 1.500 unit rumah yang akan direnovasi (Pemkot Surabaya)
Pemkot Surabaya menyiapkan kuota sebanyak 1.500 unit rumah yang akan direnovasi (Pemkot Surabaya)

NAWACITAPOST.COM - Pemerintah Kota Surabaya melanjutkan program Dandan Omah atau Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) pada tahun 2024 dengan fokus pada keluarga miskin.

Pada tahun ini, Pemkot Surabaya menyiapkan kuota sebanyak 1.500 unit rumah yang akan direnovasi dengan anggaran APBD sebesar Rp 68,7 miliar.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Lilik Arijanto, menjelaskan bahwa 1.500 unit tersebut akan menggunakan dana kelompok teknis perbaikan rumah (KTPR) sebanyak 1.000 unit, sementara sisanya, sebanyak 500 unit, akan menggunakan dana satgas.

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Surabaya Soroti Minimnya Pengetahuan Masyarakat tentang Pemilu 2024

"Selain menggunakan dana APBD, kami juga menjalin kerjasama dengan beberapa pihak untuk non-APBD, mungkin nanti ada dari Baznas Surabaya, Bangga Surabaya Peduli, dan beberapa pihak lainnya. Namun, untuk jumlahnya kami masih koordinasikan lebih lanjut," ungkap Lilik Arijanto.

Setiap unit rumah yang direnovasi dianggarkan sebesar Rp 35 juta dengan estimasi pengerjaan selama 20 hari. Program Dandan Omah sudah dimulai awal tahun ini, dengan pengusulannya dilakukan oleh kelurahan pada akhir tahun sebelumnya.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menekankan bahwa program Dandan Omah mengedepankan kearifan lokal, yaitu gotong royong dan kekompakan warga Kota Surabaya.

Baca Juga: Jelajahi Sejarah Kota Lama Surabaya dengan Paket Wisata Jeep Tour Terbaru

Pengerjaan renovasi rumah dilakukan oleh warga setempat, dari kuli bangunan hingga tukang, serta pembelian alat atau bahan bangunan diambilkan dari toko bangunan wilayah tersebut.

"Dengan cara ini, maka perekonomian akan berputar di wilayah tersebut, sehingga program ini juga bisa menggerakkan ekonomi, bisa mengurangi pengangguran dan kemiskinan di wilayah tersebut," ujar Wali Kota Eri.

Eri Cahyadi menambahkan bahwa gotong royong dan kekompakan warga Surabaya adalah kekuatan luar biasa kota ini.

Baca Juga: Jelajahi Sejarah Kota Lama Surabaya dengan Paket Wisata Jeep Tour Terbaru

Sinergi kuat ini tidak hanya mengurangi tingkat kemiskinan dan pengangguran, tetapi juga berdampak positif pada penurunan angka bayi stunting dan bayi gizi buruk.

Wali Kota Eri menyampaikan apresiasi terhadap kekuatan gotong-royong masyarakat Surabaya, yang tetap kokoh meskipun zaman modernisasi. Ia meyakini bahwa dengan sinergi kuat, Surabaya akan terus menjadi kota yang luar biasa. ***

Editor: Nawi.

Sumber: Pemkot Surabaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini