NAWACITAPOST.COM — Aksi demonstrasi memecah kesunyian Gedung DPRD Surabaya, Rabu (30/7/2025), saat puluhan massa dari Aliansi Madura Indonesia (AMI) menuntut pencopotan Ketua DPRD, Adi Sutarwijono, yang diduga terafiliasi dalam jaringan narkotika milik Achmad Hidayat.
Aksi dimulai dari kediaman Ketua DPRD di Jalan Progo sekitar pukul 09.30 WIB. Namun karena tak ada respons dari dalam rumah, massa yang membawa mobil komando melanjutkan aksi ke Gedung DPRD Surabaya di Jalan Yos Sudarso, tiba sekitar pukul 10.30 WIB.
Spanduk dan orasi keras mewarnai aksi ini. Salah satunya bertuliskan:
"Copot dan pecat ketua DPRD karena diduga ikut terlibat jaringan Achmad Hidayat."
Ketua Umum AMI, Baihaqi Akbar, mendesak Badan Kehormatan (BK) DPRD untuk bertindak tegas dan transparan.
"Kami meminta Dewan Kehormatan DPRD Surabaya menggandeng BNN dan kepolisian untuk mengetes darah dan rambut Ketua DPRD Adi Sutarwijono yang diduga terafiliasi dengan jaringan Achmad Hidayat," seru Baihaqi dari atas mobil orasi.
Ia menegaskan, tuduhan ini bukan isapan jempol.
"Kami punya bukti otentik. Ada narasumber, ada chat dengan Achmad Hidayat. Kami siap buktikan!" tegasnya.
Lebih lanjut, Baihaqi mengungkap adanya intimidasi untuk menggagalkan aksi tersebut.
"Ini baru separuh dari anggota kami. Ada upaya dari oknum pejabat yang ingin aksi ini gagal," katanya, sambil menyiratkan akan ada aksi lebih besar jika tuntutan tidak dipenuhi.
Baihaqi juga menyentil masa lalu Adi sebagai Ketua DPC PDIP Surabaya. Ia menuding Adi lalai membiarkan peredaran narkotika di internal partai.
"Jadi masak kita dijejali oleh narkoba?" ucapnya dengan geram.
Meski gagal bertemu langsung karena Adi sedang mengikuti bimtek di luar kota, sejumlah perwakilan AMI akhirnya diterima oleh sekretariat dewan. Mereka tetap bersikukuh bahwa Badan Kehormatan harus segera menindaklanjuti laporan tersebut dan berkoordinasi dengan BNN serta kepolisian untuk mengusut tuntas dugaan ini.
"Kami tidak akan berhenti. Ini soal marwah lembaga legislatif Surabaya. Jangan sampai tercoreng oleh narkoba!" tutup Baihaqi. ***