Minggu, 19 Juli 2026

DPRD Surabaya Dorong Pasar Tradisional Disulap Jadi Rusun Terintegrasi

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Kamis, 10 Juli 2025 | 22:42 WIB
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko (Cak YeBe) (Nawi)
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko (Cak YeBe) (Nawi)

NAWACITAPOST.COM - Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko (Cak YeBe), mengusulkan konsep baru untuk mengatasi krisis perumahan di Kota Pahlawan: revitalisasi pasar tradisional menjadi hunian vertikal terintegrasi.

Usulan ini muncul menyusul kunjungan kerja Pansus Hunian Layak ke Jakarta yang meninjau Rusunawa Pasar Rumput. Di lokasi tersebut, tiga lantai pertama difungsikan sebagai pasar, sementara lantai empat hingga dua puluh lima menjadi area hunian dengan 1.984 unit rumah susun.

"Rusunawa Pasar Rumput bisa jadi contoh. Di bawahnya pasar, di atasnya rusun. Ini bisa kita terapkan di Surabaya, seperti di Pasar Keputran," ujar Cak YeBe, Kamis (10/7/2025).

Baca Juga: SWK Kian Sepi, Yona: Sudah Dibangun Gratis, LPMK Gagal Kelola

Menurutnya, Surabaya memang memiliki pasar modern terintegrasi seperti Tambakrejo yang menyatu dengan Kaza Mall dan Hotel Palm Park, serta Pasar Wonokromo yang terhubung dengan Darmo Trade Center. Namun konsep tersebut belum menyentuh aspek hunian rakyat.

"Jika pasar dan rusun disatukan, maka dua kebutuhan sekaligus terpenuhi—tempat tinggal dan pusat ekonomi. Pasar juga akan semakin hidup karena penghuninya akan belanja di sana," tambahnya.

Berdasarkan data, Surabaya saat ini memiliki 23 rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) dengan total 5.233 unit, namun antrean pemohon mencapai 14.000 lebih per Maret 2025.

Baca Juga: MAKI Jatim Kawal Pemeriksaan Khofifah Sebagai Saksi di Polda Jatim

Untuk mewujudkan ide ini, pihaknya mendorong Pemkot membuka ruang kerja sama dengan swasta, termasuk REI, Apersi, dan YKP.

"Surabaya tidak bisa dibangun sendiri. Seperti kata Wali Kota, pembangunan harus melibatkan banyak pihak. Maka, kami juga mengundang pengembang agar bersama membangun solusi," tegas legislator Partai Gerindra ini.

Tak hanya itu, Cak YeBe menyoroti lemahnya publikasi aset dan program strategis Pemkot. Ia meminta keterlibatan media untuk mendorong promosi secara aktif.

"Banyak program bagus dari Pemkot, tapi minim publikasi. Ajak media, libatkan mereka untuk memperkenalkan aset dan potensi milik kota,” pungkasnya. ***

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini