Surabaya NAWACITAPOST - Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Anas Karno, mendorong maksimalisasi Lapak Mitra RPH sebagai langkah antisipasi terhadap peredaran daging sapi glonggongan.
Permintaan masyarakat yang meningkat pada periode ini sering dimanfaatkan oleh pengedar daging sapi gelonggongan untuk mendapatkan keuntungan besar.
Anas Karno menyampaikan peringatan ini usai Rapat Dengar Pendapat dengan PD RPH Surabaya pada Jumat (22/12/2023). Ia menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap daging sapi glonggongan, yang dapat membahayakan kesehatan karena kualitasnya yang rendah.
Baca Juga: Surabaya Sah jadi Daerah Ramah Perempuan dan Layak Anak, Cak Ji Sebut kerja keras semua pihak
"Ditengah permintaan daging sapi yang meningkat, bisa dimanfaatkan para pengedar daging sapi gelonggongan untuk mendapatkan untung besar. Apabila dikonsumsi, daging glonggongan dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti diare karena sudah terkontaminasi oleh bakteri," jelas Anas Karno.
Legislator Fraksi PDIP Surabaya tersebut mendorong peran Lapak Mitra RPH untuk memaksimalkan ketersediaan daging berkualitas, aman, dan halal menjelang perayaan Nataru. Dengan menambah stok, Lapak Mitra RPH diharapkan dapat mencukupi kebutuhan masyarakat.
"Kita mendorong agar Lapak Mitra RPH yang menyediakan daging berkualitas, aman, dan halal dimaksimalkan. Dengan menambah stok untuk mencukupi kebutuhan masyarakat untuk merayakan Nataru," tambahnya.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Rilis Surat Edaran Peningkatan Keamanan Dan Ketentraman Nataru 2024
Direktur Utama PD RPH Surabaya, Fajar Arifanto Isnugroho, menyatakan komitmennya untuk intensif dalam melakukan monitoring dan pengawasan bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pemkot Surabaya terhadap lapak penjual daging sapi di sekitar Jl. Pegirikan dan Jl. Arimbi.
"Kita terus menyarankan dan mendorong masyarakat supaya membeli daging di Lapak Mitra RPH. Untuk mendapatkan daging yang terjamin kualitasnya, termasuk kualitas kesehatannya. Serta dijamin halal karena hasil pemotongan dari RPH," jelas Fajar.
Fajar menegaskan bahwa untuk memenuhi kebutuhan Nataru, PD RPH Surabaya telah menyiapkan 5 ton daging sapi yang tersedia di Lapak Mitra RPH. Sebanyak 130 Lapak Mitra RPH yang tersebar di 7 pasar yang dikelola PD Pasar Surya juga akan diawasi ketat, dan yang terbukti menjual daging sapi glonggongan akan dikenai sanksi, termasuk pencabutan status Mitra RPH-nya. (BNW)
Artikel Terkait
Pemkot dan Baznas Surabaya Berikan Bantuan Peralatan, Pengrajin Sepatu Osowilangun Siap Naik Kelas
Peringati HUT ke-57, GOW Surabaya Soroti Pentingnya Support System Ibu untuk Anak
Puspaga Semanggi Surabaya Raih Penghargaan Tertinggi dari Kemen PPPA
Lomba Kampung Surabaya Hebat Berhasil Turunkan Sampah 5 Ton Per Hari
Pemkot Surabaya Rilis Surat Edaran Peningkatan Keamanan Dan Ketentraman Nataru 2024
Surabaya Sah jadi Daerah Ramah Perempuan dan Layak Anak, Cak Ji Sebut kerja keras semua pihak