Surabaya NAWACITAPOST - Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Semanggi, yang merupakan bagian dari Pemerintah Kota Surabaya, berhasil meraih penghargaan tertinggi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia. Penghargaan Puspaga Utama diberikan dalam Anugerah Layanan Pemenuhan Hak Anak Tahun 2023 di Jakarta.
Dalam acara tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kemenko PMK, Woro Srihastuti Sulistyaningrum, menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan apresiasi pemerintah pusat kepada bupati dan walikota atas kinerja mereka dalam memprioritaskan pemenuhan hak anak melalui kebijakan, program, dan penganggaran daerah.
"Pemberian penghargaan ini menjadi langkah awal bagi kabupaten/kota untuk menghasilkan inovasi-inovasi berkelanjutan yang dapat dirasakan oleh seluruh anak Indonesia," ujar Woro pada Senin (19/12/2023).
Baca Juga: Menjelang Nataru, Satpol PP Surabaya Bakal gelar Patroli Besar-Besaran
Dia juga menjelaskan bahwa hingga tahun 2023, capaian layanan pemenuhan hak anak yang sudah sesuai standar dan dibantu proses penyusunannya/pembentukannya melibatkan 23 Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA), 31 Puspaga, 23 Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA), dan 18 Pelayanan Ramah Anak di Puskesmas (PRAP).
"Kita berharap pemberian penghargaan ini dapat menjadi pemacu dan memotivasi untuk terciptanya inovasi dan kreativitas yang lebih luas guna memastikan pemenuhan hak anak karena melindungi satu anak berarti melindungi satu bangsa," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan, Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya, Ida Widayanti, menyatakan kegembiraannya karena Puspaga Surabaya meraih penghargaan kategori utama, yang menjadi pencapaian pertama bagi Kota Surabaya.
Baca Juga: Ketua Komisi A DPRD Surabaya Mendorong Transparansi dalam Proses Pembangunan RS Surabaya Timur
"Surabaya alhamdulillah langsung ke kategori utama. Ada beberapa kabupaten/kota yang meraih penghargaan dengan layanan Puspaga ini, ada kategori Madya dan Utama, dan Surabaya alhamdulillah langsung ke kategori utama," kata Ida Widayanti.
Ida Widayanti menekankan bahwa layanan Puspaga di Surabaya tidak hanya ada di tingkat kota, melainkan juga sudah tersedia di tingkat Balai RW. Bahkan, saat ini sudah ada 478 layanan Puspaga yang tersedia di Balai RW.
"Kita juga sudah buat aplikasi SIAP PPAK yang merupakan salah satu inovasi untuk mempermudah layanan kepada masyarakat, sehingga tidak hanya penanganan kekerasan yang kami tangani, tapi juga Puspaga-nya," jelasnya.
Baca Juga: Kesiapsiagaan DPKP Surabaya Hadapi Musim Hujan
Penerimaan penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi jajaran DP3A-PPKB untuk terus berinovasi dan tidak cepat puas dalam memberikan layanan kepada warga. Seiring dengan kompleksitas layanan yang semakin meningkat, terutama setelah membuka pelayanan di Balai RW, tantangannya semakin besar.
"Insyaallah, 478 Puspaga yang sudah ada di Balai RW akan terus kita kembangkan hingga ke seluruh Balai RW di Kota Surabaya. Ini semua akan berlangsung bertahap dan terus berinovasi," pungkasnya. (BNW)
Artikel Terkait
PDIP Surabaya: Ganjar - Mahfud Paling Peduli Wong Cilik
Spot Instagramable Saat Rayakan Natal di Pakuwon City Mall Surabaya
Kedatangan Siti Atikoh Pranowo Meriahkan Jalan Tunjungan Surabaya
Kesiapsiagaan DPKP Surabaya Hadapi Musim Hujan
Ketua Komisi A DPRD Surabaya Mendorong Transparansi dalam Proses Pembangunan RS Surabaya Timur
Menjelang Nataru, Satpol PP Surabaya Bakal gelar Patroli Besar-Besaran