Rabu, 10 Juni 2026

Pemprov Jatim Refleksi Capaian Pendidikan Jatim di 2023: Tantangannya Menjelang 2024

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Kamis, 21 Desember 2023 | 09:25 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadiri kegiatan Refleksi Pendidikan Jawa Timur 2023, di Shangri-La Hotel Surabaya, Selasa (19/12/2023). (Nawi)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadiri kegiatan Refleksi Pendidikan Jawa Timur 2023, di Shangri-La Hotel Surabaya, Selasa (19/12/2023). (Nawi)

Surabaya NAWACITAPOST - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memimpin kegiatan Refleksi Pendidikan Jawa Timur 2023 di Shangri-La Hotel Surabaya pada Selasa (19/12/2023). Acara ini bertujuan untuk merayakan capaian prestasi dan kesuksesan program Jatim Cerdas Nawa Bhakti Satya sepanjang tahun 2023 serta untuk memberikan motivasi dan arahan menuju tahun 2024.

Dalam refleksi tersebut, Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2023, Jawa Timur berhasil meraih berbagai prestasi di bidang pendidikan. Provinsi ini menjadi yang tertinggi dalam tingkat penerimaan siswa ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia selama empat tahun berturut-turut dan meraih Juara Umum Olimpiade Sains Nasional selama tiga tahun terakhir.

"Prestasi ini harus terus kita pertahankan, dan capaian di sektor lain harus mulai dirintis dan ditingkatkan. Kami yakin bahwa siswa, guru, dan kepala sekolah kita di Jatim sangat mampu untuk meraihnya," ungkapnya.

Meskipun meraih prestasi gemilang, Khofifah tetap menyoroti beberapa permasalahan yang perlu diselesaikan, seperti adanya pembiayaan yang dianggap sebagai pungutan liar. Ia meminta agar hal ini dijelaskan dengan jelas dan dipastikan bahwa alokasi dana sesuai dengan regulasi yang berlaku.

"Ini mohon dijaga dan dijelaskan. Bahwa yang terkover pemerintah pusat sekian untuk apa saja dan Pemprov sekian untuk apa saja. Untuk pembiayaan ekstrakulikuler, pembiayaan pelatihan, kursus, dan seterusnya yang harus dibiayai oleh masing-masing siswa," tegas Khofifah.

Gubernur Khofifah juga menekankan pentingnya membangun karakter yang baik seiring dengan capaian prestisius yang diukir oleh siswa. Ia merujuk pada sebuah seminar internasional yang mengatakan bahwa agama adalah ilmu, ilmu adalah amal, dan amal adalah akhlak. Menurutnya, spiritualitas, religiusitas, ilmu, amal, dan akhlak harus beriringan.

"Terimakasih atas seluruh kerja keras guru, kepala sekolah, siswa, dan orang tua yang sudah mendampingi dan mendidik putra-putrinya. Anak-anak adalah generasi emas yang akan mengisi Indonesia Emas tahun 2045. Siapkan diri dengan baik. Jauhi narkoba dan jauhi pacaran," pesan Khofifah.

Aries Agung Paewai, Kepala Dinas Pendidikan Jatim, menyebutkan bahwa kegiatan Refleksi Pendidikan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di Jatim. Ia menekankan sinergitas antara program Jatim Cerdas dengan pemerintah kabupaten/kota untuk peningkatan mutu pendidikan.

"Capaian ini terus kami tingkatkan dan teruskan di tahun 2024. Refleksi pendidikan kita harapkan berkesinambungan dengan apa yang menjadi harapan bersama," ungkap Aries.

Pada akhir acara, Aries mengungkapkan apresiasi terhadap Gubernur Khofifah atas dukungan dan perhatian yang diberikan pada kemajuan pendidikan di Jawa Timur. Ia menyampaikan terima kasih atas tunjangan guru dan tenaga kependidikan serta anggaran yang dikucurkan dari APBD untuk peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.

"Kami yakin anggaran ini kami serahkan untuk peningkatan mutu pendidikan baik sarpras maupun kualitas pendidikan," tutup Aries Agung Paewai. (BNW)

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini