Sabtu, 18 Juli 2026

Banyuwangi Raih Predikat Daerah Terinovatif se-Indonesia untuk Keenam Kalinya

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Sabtu, 16 Desember 2023 | 01:09 WIB
Kabupaten Banyuwangi, untuk keenam kalinya kembali meraih prestasi sebagai daerah terinovatif se-Indonesia dalam Innovative Government Award (IGA) 2023 (Nawi)
Kabupaten Banyuwangi, untuk keenam kalinya kembali meraih prestasi sebagai daerah terinovatif se-Indonesia dalam Innovative Government Award (IGA) 2023 (Nawi)

Banyuwangi NAWACITAPOST - Banyuwangi kembali meraih prestasi sebagai daerah terinovatif se-Indonesia dalam Innovative Government Award (IGA) 2023 yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri. Apresiasi ini merupakan yang keenam kalinya secara berturut-turut untuk Banyuwangi, mengukuhkan posisinya sebagai pusat inovasi yang terus berkembang.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyatakan bahwa budaya inovasi yang diterapkan di Banyuwangi tidak hanya mengikuti tren tetapi juga dirancang untuk menjadi terintegrasi dan partisipatif. Lebih dari 207 inovasi yang didaftarkan menunjukkan keterhubungan dan melibatkan masyarakat secara aktif.

Salah satu contoh inovasi yang dibagikannya adalah penanganan stunting melalui program Banyuwangi Tanggap Stunting (BTS). Berbagai inovasi, baik berbasis digital maupun non-digital, diintegrasikan dalam program ini. Dengan menggunakan inovasi Smart Kampung yang berbasis digital, data dan jenis intervensi untuk penanganan stunting dapat dipantau dengan lebih efisien.

"Warga dapat berpartisipasi aktif untuk turut melakukan penanganan dan pengawasan terhadap stunting," kata Bupati Ipuk, 15 Desember 2023, di Banyuwangi.

Selain itu, inovasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk inovasi Laskar Sakinah yang melibatkan wanita pedagang sayur keliling untuk mengantarkan makanan kaya gizi bagi ibu hamil berisiko tinggi dan balita stunting.

"Inovasi ini tidak hanya terbatas pada penanganan stunting, tetapi juga memberikan peningkatan ekonomi kepada masyarakat yang terlibat. Ini merupakan esensi dari setiap inovasi yang kami usung, yaitu harus memberikan dampak nyata," tegasnya.

Dengan penguatan budaya inovasi yang terintegrasi, partisipatif, dan berdampak, Banyuwangi mencatat sejumlah pencapaian, termasuk peningkatan pendapatan per kapita masyarakat. Dari Rp 49,99 juta pada tahun 2021, kini mencapai Rp 53,87 juta pada tahun 2022. Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Banyuwangi tetapi juga menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengadopsi praktik inovatif dalam pelayanan publik. (BNW)

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini