Baca Juga : Tempat Relokasi Pasar Sibolga Nauli Bagaikan Sawah, pedagang Tanam Pohon Pisang
Menurut informasi yang dihimpun. Kejadiannya, ketika 9 orang aktivis LSM Foal mendatangi lokasi proyek pembangunan Pasar Sibolga Nauli pada Selasa 3 Agustus 2021 pukul 15.00. Aktivis LSM itu ingin mempertanyakan terkait lelang besi bekas bongkaran bangunan pasar.
Namun, diduga seorang pria yang disebut-sebut sebagai Humas perusahaan rekanan proyek Pemerintah tersebut langsung menyela dan menolak menjawab pertanyaan para aktivis yang berjumlah 9 orang tersebut.
"Kenapa rupanya, apa hakmu menanya itu, siapa kau rupanya,” kata Steven Pasaribu, rekan ketiga korban menirukan perkataan Humas proyek saat ditemui di Rumah Sakit Umum Sibolga.
Kemudian, terjadi aksi saling dorong antara Humas dengan para aktivis. Hingga akhirnya, Humas tersebut mengambil batu dan melempari mereka.
Saling dorong, kemudian diambilnya batu, dilemparnya. Kenalah kawan kami yang bertiga ini,” ucapnya.
Ketika nawacitapost menghubungi Direktur Operasional PT. Tureloto Battu Indah,
Nazwan yang dipercayakan membangun proyek Pasar Sibolga Nauli, pesan WhatsAppnya dan ditelepon sampai berita ini diturunkan tidak ada jawaban, Rabu (4/8/2021).
Kemudian nawacitapost menghubungi pemilik PT Tureloto Battu Indah yang juga Ketua Umum Gabungan Pengusaha Nias Indonesia (GAPNINDO) Mardin Zendrato, pada Rabu 4 Agustus 2021 untuk menanyakan kejadian kemarin (Selasa 3 Agustus 2021) di Pasar Sibolga Nauli " Saya belum dapat kabar, kan saya belum dapat kabar," jawabnya.
(Petrus Gulo)