berita-peristiwa

JKN Tembus 282,7 Juta Peserta, BPJS Kesehatan Klaim Makin Kuat Hadapi Tantangan

Kamis, 2 Juli 2026 | 17:17 WIB

NAWACITAPOST.COM – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus memperluas jangkauan pelayanan kesehatan. Dalam Public Expose 2025, BPJS Kesehatan memaparkan capaian kepesertaan, kondisi keuangan, hingga tata kelola yang diklaim semakin kuat menopang sistem kesehatan nasional.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menegaskan JKN bukan sekadar membayar biaya berobat. Menurutnya, program ini menjadi investasi negara untuk membangun masyarakat yang sehat sekaligus meningkatkan produktivitas nasional.

"Program JKN bukan sekadar memberikan jaminan pembiayaan pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi fondasi bagi terciptanya SDM Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing," ujar Pujo, Kamis (2/7/2026).

Hingga 31 Desember 2025, jumlah peserta JKN mencapai 282,7 juta jiwa atau 98,62 persen dari total penduduk Indonesia. Selama 2025, masyarakat memanfaatkan layanan JKN lebih dari 725,3 juta kali, atau rata-rata 1,9 juta layanan setiap hari.

Pujo menilai tingginya angka pemanfaatan menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap JKN. Di saat yang sama, BPJS Kesehatan terus memperluas layanan digital melalui Mobile JKN, PANDAWA, Care Center 165, serta ribuan fasilitas kesehatan mitra.

"Angka tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap Program JKN, sekaligus menunjukkan bahwa layanan kesehatan yang berkualitas semakin mudah diakses oleh peserta di seluruh Indonesia," kata Pujo.

Dari sisi keuangan, Dana Jaminan Sosial Kesehatan mencatat aset bersih Rp30,04 triliun hingga akhir 2025. Nilai itu cukup menopang estimasi pembayaran klaim selama 1,88 bulan, sementara hasil investasi dana JKN mencapai Rp3,94 triliun.

BPJS Kesehatan juga kembali meraih opini Wajar Tanpa Modifikasi (WTM) untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut. Selain itu, lembaga ini mencatat skor tata kelola tinggi, termasuk indeks integritas 80,48 dalam survei yang diselenggarakan KPK.

Berdasarkan kajian LPEM FEB UI, Program JKN diperkirakan memberi kontribusi hingga Rp129 triliun terhadap Produk Domestik Bruto nasional. Program ini juga disebut menciptakan sekitar 3,5 juta lapangan kerja dan menggerakkan berbagai sektor ekonomi.

Kajian tersebut turut mencatat JKN berhasil menyelamatkan sekitar 8,1 juta penduduk dari kemiskinan serta melindungi 16 juta orang dari risiko jatuh miskin akibat tingginya biaya pengobatan. Cakupan kesehatan dinilai berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Namun, tantangan JKN juga semakin besar. Sepanjang 2025, biaya pelayanan kesehatan melonjak menjadi Rp191,3 triliun. Sebanyak 26,42 persen di antaranya digunakan untuk membiayai penyakit katastropik yang sebenarnya dapat ditekan melalui pencegahan dan deteksi dini.

"Keberhasilan Program JKN merupakan hasil gotong royong seluruh bangsa. BPJS Kesehatan berkomitmen memperkuat kolaborasi agar Program JKN tetap berkelanjutan dan mampu memberikan manfaat bagi generasi mendatang," tegas Pujo.

Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Stevanus Adrianto Passat, mengingatkan tantangan terbesar ke depan adalah menjaga keberlanjutan pembiayaan, meningkatkan kualitas layanan, memperluas kepesertaan aktif, serta memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

"Terdapat berbagai tantangan ke depan yang perlu dihadapi bersama, khususnya dalam menjaga keberlanjutan finansial Program JKN, meningkatkan kualitas layanan, memperluas kepesertaan aktif, dan memperkuat kolaborasi," ujar Stevanus.

Halaman:

Tags

Terkini