NAWACITAPOST.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah melakukan analisis terhadap gempa bumi terkini yang mengguncang sebagian wilayah Banten, Jawa Barat, termasuk sekitar Jakarta pada malam ini.
Berdasarkan data BMKG, gempa dengan kekuatan M5,7 itu berasal dari aktivitas subduksi lempeng benua di dasar laut. Meskipun memiliki mekanisme cerminan gempa megathrust, gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Menurut Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, gempa bumi tersebut tergolong dangkal dan disebabkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke arah bawah Lempeng Eurasia di selatan Banten. Pusat gempa terdeteksi di laut, sekitar 96 kilometer arah barat daya Bayah, Lebak, Banten, dengan kedalaman mencapai 43 kilometer.
Baca Juga: Pemilu 2024 Dikecam Curang: Delapan Bentuk Pelanggaran Ditemukan oleh Jaga Pemilu
Dampak gempa terkuat dirasakan di daerah Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dengan skala intensitas IV MMI. Guncangan tersebut dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, menyebabkan getaran pada pintu dan jendela.
Daerah lain yang juga merasakan gempa dengan intensitas yang bervariasi termasuk Pelabuhan Ratu (Sukabumi), Bayah, dan Malingping (Banten), serta Garut (Jawa Barat).
Meskipun tidak termasuk dalam pemetaan BMKG, sejumlah warga di sekitar Jakarta, seperti Depok, Bekasi, dan Tangerang, juga melaporkan merasakan guncangan gempa yang sama. Hingga saat ini, BMKG belum mendeteksi adanya gempa susulan.
Baca Juga: Perbedaan Autisme dan Sindrom Down: Mengenali Dua Gangguan Perkembangan yang Berbeda
Daryono mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Dia juga mengimbau agar masyarakat memeriksa keamanan bangunan tempat tinggal mereka sebelum kembali ke dalam rumah, untuk menghindari risiko dari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. ***