Jumat, 5 Juni 2026

Pengmas UWKS di Gunung Anyar: Fokus pada Gizi Seimbang untuk Cegah Stunting dan Maloklusi

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Sabtu, 6 Juli 2024 | 21:44 WIB
Pengabdian kepada masyarakat Dosen dan mahasiswa UWKS di Gunung Anyar Surabaya (Nawi)
Pengabdian kepada masyarakat Dosen dan mahasiswa UWKS di Gunung Anyar Surabaya (Nawi)

NAWACITAPOST.COM - Bekerjasama dengan puskesmas dan kecamatan Gunung anyar Surabaya, Dosen dan mahasiswa sivitas akademika Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) kembali turun melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat, Sabtu (6/7/2024).

Membawa tema "Edukasi makanan sehat PUJAAN HATI (Puding Jelly Anti Stunting Harus Tinggi Gizi), Peningkatan Status Gizi dan Pencegahan Maloklusi", kegiatan ini melibatkan peserta dari para Kader Surabaya Hebat (KSH), Pendamping balita, para ibu hamil, dan ibu balita di wilayah kecamatan Gunung anyar Surabaya.

Selain ketua panitia drg. Wahyuni Dyah Parmasari, Sp.Ort., turut hadir sebagai narasumber sekaligus wakil Dekan III FK-UWKS, Dr. Sukma Sahadewa, dr.,M.Kes., SH., MH., M.Sos., CLA., ; Kepala Puskesmas kecamatan Gunung anyar dr. Mukhlas, dan tak ketinggalan hadir dan memberikan dukungan, Camat Gunung Anyar, Ario Bagus Permadi, S.IP.

Baca Juga: KKN A2 UWKS: Edukasi Budidaya Kambing dan Pentingnya Olahraga di Gunung Anyar

Dalam materinya, Dr. Sukma Sahadewa menekankan pentingnya pencegahan stunting sejak dini, mulai dari persiapan dan kesiapan pernikahan, asupan gizi selama kehamilan hingga anak berusia tiga tahun.

Ditemui usai kegiatan, dr. Sukma menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan satu wujud pengamalan dari Tri Dharma Perguruan tinggi.

"Ini melibatkan 17 dosen dan mahasiswa UWKS. Selain pendidikan dan pengajaran, kita juga melakukan pengabdian kepada masyarakat," ungkap dr. Sukma.

Baca Juga: Kucurkan Beasiswa ke-41 Mahasiswa Berprestasi, UWKS Tempatkan Pendidikan dan Prestasi Non-Akademik di Posisi Terdepan

Yang menarik katanya, adalah bagaimana mengimplementasi pengabdian kepada masyarakat ini mempengaruhi program derajat kesehatan yang memajukan kearifan lokal.

"Yaitu dengan melatih ibu-ibu untuk mengelola makanan bergizi tinggi, tetapi bahannya murah dan mudah didapat di sekitar rumah, salah satunya daun kelor," ucap dr. Sukma.

"Mudah-mudahan edukasi ini memberikan nutrisi dan memaksimalkan pencegahan dari permasalahan, bukan hanya stunting tapi juga gizi buruk yang ada di masyarakat," tambahnya.

Baca Juga: Gelar wisuda bagi 484 lulusan, Berikut berbagai Prestasi kampus berbudaya UWKS

Edukasi ini juga sesuai dengan program pemerintah, bahwa di tahun 2025 nanti, Surabaya harus zero (nol) Stunting.

Untuk mahasiswa, dr. Sukma mengharapkan giat ini menjadi implementasi secara nyata. "Secara teori mereka sudah dapat di kampus, tetapi juga wajib melihat langsung di masyarakat. Ini merupakan gambaran kinerja secara Hard skill bagi para mahasiswa, khususnya di Fakultas kedokteran UWKS," tandas dr. Sukma Sahadewa.

Halaman:

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini