Kamis, 4 Juni 2026

Sentil Wisata Surabaya, Bambang Haryo: Bisa Jadi Hub Pariwisata Jawa Timur

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Senin, 22 Desember 2025 | 18:47 WIB
Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono (BHS) (Nawi)
Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono (BHS) (Nawi)

NAWACITAPOST.COM — Pengelolaan wahana wisata milik Pemerintah Kota Surabaya kembali menuai sorotan. Hingga kini, keberadaan aset wisata daerah tersebut dinilai belum memberi dampak signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus belum sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Pahlawan.

Sorotan itu disampaikan Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono (BHS), yang menilai persoalan utama pariwisata Surabaya bukan sekadar minimnya wisata alam, melainkan belum optimalnya konsep dan pengelolaan.

“Jadi gini, wisata di Kota Surabaya ini memang terbatas. Tapi Surabaya ini bisa menjadi hub daripada wilayah-wilayah pariwisata yang ada di Jawa Timur,” ujar BHS saat dimintai pandangan terkait pengelolaan pariwisata kota.

Menurut anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Timur I itu, posisi Surabaya sangat strategis sebagai pintu masuk dan titik singgah wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, sebelum melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi unggulan di Jawa Timur.

“Surabaya bisa menjadi tempat berkumpulnya wisatawan, baik domestik maupun internasional, untuk menuju ke wilayah-wilayah yang memang tempat wisata. Dan menginapnya di Surabaya, berwisatanya ke beberapa daerah,” jelasnya.

BHS menegaskan, konsep Surabaya sebagai hub pariwisata sangat realistis mengingat jarak tempuh ke berbagai daerah wisata di Jawa Timur relatif dekat serta didukung infrastruktur transportasi yang memadai. Keunggulan lain yang dimiliki Surabaya adalah ketersediaan akomodasi.

“Jumlah hotel yang ada di Surabaya itu sangat banyak, bervariasi dan murah harganya. Ini sangat mendukung pariwisata Jawa Timur sendiri maupun sektor pariwisata yang ada di Surabaya,” tegasnya.

Tak berhenti pada aspek infrastruktur, BHS juga menyoroti pentingnya penguatan UMKM dan wisata kuliner sebagai identitas pariwisata Surabaya. Menurutnya, sektor ini justru memiliki daya ungkit ekonomi yang besar dan langsung menyentuh masyarakat.

“Makanya apa? Kuliner yang ada di Surabaya. Kuatkan UMKM yang ada di Surabaya, kuatkan. Sehingga Surabaya bisa menjadi basis wisata UMKM, wisata kuliner yang ada di Jawa Timur,” paparnya.

Ia menegaskan, jika wisata berbasis UMKM dan kuliner dikelola secara serius dan berkelanjutan, maka Surabaya sejatinya telah memiliki fondasi pariwisata yang kuat.

“Kalau itu bisa berhasil, ya sama dengan ada pariwisata. Tidak gagal,” tandasnya.

Dorongan dari DPRD: Wahana Wisata Harus Dikelola Profesional

Pandangan serupa juga menguat di tingkat legislatif daerah. Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko atau akrab disapa Cak Yebe, menilai sudah saatnya Pemkot Surabaya berani melakukan terobosan dalam pengelolaan wahana wisata milik daerah.

Menurutnya, pendekatan konvensional tidak lagi relevan di tengah tuntutan kemandirian fiskal daerah dan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

“Ini soal keberanian Pemkot menjawab tantangan untuk mengoptimalkan dan mengeksplorasi secara lebih profesional wahana wisata milik pemkot, agar bisa menjadi sumber PAD sekaligus ikon-ikon kebanggaan Kota Surabaya,” tegas Cak Yebe.

Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini