NAWACITAPOST.COM – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) C8 dari Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) menggelar program pengabdian masyarakat di Rusunawa Keputih, Surabaya Timur. Dengan mengusung tema “Membangun dan Memperkuat Masyarakat Sehat, Tangguh, dan Siap Siaga”, kegiatan ini berlangsung selama bulan Mei hingga Juni 2025 dan berfokus pada pemberdayaan warga RW 8, Kelurahan Keputih, Kecamatan Sukolilo.
Rusunawa Keputih sendiri terdiri dari empat blok bangunan dan terletak tidak jauh dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Keputih. Dihuni oleh masyarakat beragam latar belakang ekonomi dan sosial—mulai dari buruh, pedagang kecil, hingga pekerja informal—daerah ini dipilih karena kompleksitasnya yang mencerminkan tantangan masyarakat urban.
Kegiatan pembukaan yang dilaksanakan di Aula Blok B Rusunawa, turut dihadiri oleh Dr. drg. Retno Dwi Wulandari, M.Kes selaku dosen pendamping Lapangan (DPL), Camat Sukolilo Mohammad Zul Chaidir, S.ST., M.M., dan Sekretaris Kelurahan Keputih, Anang Purwanto, SE. Kehadiran warga yang antusias turut menandai awal sinergi antara mahasiswa dan masyarakat.
Hari Pertama: Penyuluhan Kesehatan dan Pemeriksaan Tekanan Darah
Pada 3 Mei 2025, program dimulai dengan penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan tekanan darah bagi warga lanjut usia. Mahasiswa memaparkan informasi penting seputar hipertensi secara interaktif dan dilengkapi dengan praktik langsung.
“Kami ingin membantu warga memahami pentingnya deteksi dini tekanan darah tinggi agar bisa mencegah komplikasi seperti stroke dan penyakit jantung,” ujar I Gusti Ngurah Prema Dwi Wasesa, koordinator kegiatan.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari warga, terutama para lansia yang merasa terbantu dengan edukasi dan pemeriksaan gratis.
Hari Kedua: Tumbuhkan Ketahanan Pangan Warga Lewat UMKM
Selanjutnya, pada 10 Mei 2025, digelar penyuluhan seputar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Topik yang diangkat meliputi cara memulai usaha dengan modal minim, pentingnya branding produk, dan strategi pemasaran digital.
“Banyak warga yang punya potensi usaha. Lewat penyuluhan ini kami ingin menumbuhkan semangat wirausaha agar ekonomi keluarga lebih mandiri,” ungkap Gandes Hutami Ilmi, koordinator kegiatan hari kedua.
Materi disampaikan dengan gaya ringan agar mudah dipahami warga, terutama ibu rumah tangga yang ingin memulai usaha rumahan.
Hari Ketiga: Nonton Film Edukatif dan Melukis Tangan, serta Edukasi Kebencanaan