Didiek menyatakan bahwa PT. KAI berduka atas kecelakaan yang terjadi dan berkomitmen untuk terus meningkatkan keselamatan dalam pengoperasian kereta api.
Baca Juga: Dua Kereta Api Tabrakan di Bandung, Tiga orang Meninggal
Didiek juga mengungkapkan bahwa PT. KAI dan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sedang melakukan pendalaman terhadap kecelakaan ini. Hasil investigasi dari KNKT diharapkan akan disampaikan dalam waktu tiga sampai empat hari ke depan.
Saat ini, jalur kereta di lokasi kejadian kecelakaan sudah dapat dilintasi lagi, setelah evakuasi gerbong kereta yang hancur sejak Jumat malam.
Perbaikan bantalan rel yang rusak juga telah selesai, memungkinkan kereta api melintas dengan kecepatan 5 km/jam. Didiek Hartantyo menekankan bahwa PT. KAI terus melakukan pengamatan dan akan meningkatkan SOP antara Cicalengka dan Haurpugur.
"Sejak pukul 01.00 dini hari tadi jalur sudah dapat dilintasi setelah kita evakuasi seluruh gerbong kereta. Lalu kita lakukan perbaikan prasarana karena ada bantalan rel yang rusak, kini sudah bisa dilintasi dengan kecepatan 5 Km/jam," jelas Didiek.
"Kami pun akan terus lakukan pengamatan dan kita tingkatkan SOP antara Cicalengka dan Haurpugur," tambahnya.
(BNW)
Artikel Terkait
Update terbaru: Tabrakan Kereta Api di Bandung, Empat Meninggal, 22 Luka Ringan
7 Kecelakaan Kereta Api Terbesar di Indonesia, Tragedi Bintaro paling Parah!
Update Evakuasi dan Kondisi Terkini Pasca Kecelakaan Kereta Api di Kabupaten Bandung
Film 'Kereta Berdarah', Misteri dan Ketegangan di Balik Perjalanan yang Mengerikan. Catat tanggal Tayangnya!