artikel

Guncangan di Puncak Menara Gading: Prajogo Pangestu Bertahan di Tengah Badai Amblasnya Triliunan Rupiah

Senin, 27 April 2026 | 13:52 WIB
Ilustrasi (Ai)

Baca Juga: Transformasi Pendidikan Kesehatan Nasional, HPTKes Bawa Visi Standarisasi Mutu Global

8. Robert Budi Hartono

Bos besar BCA dan Djarum Group ini naik ke posisi kedua, menyalip Low Tuck Kwong. Meski kekayaannya secara nominal turun US$2 miliar menjadi US$17,6 miliar (Rp304,4 triliun), stabilitas sektor perbankan membantunya mengamankan posisi runner-up.

9. Prajogo Pangestu

Prajogo Pangestu kembali mengukuhkan posisinya sebagai orang terkaya nomor satu di Indonesia. Dengan total kekayaan US$20,4 miliar (sekitar Rp352,9 triliun), pemilik Barito Group ini memimpin meski mengalami penurunan aset sebesar US$8,2 miliar dari bulan lalu. Di kancah global, Prajogo kini menempati peringkat ke-123 orang terkaya di dunia.

Sorotan Khusus: Srikandi Teknologi dan Resiliensi Salim Group

Di tengah dominasi pria, kehadiran Marina Budiman menjadi fenomena menarik sebagai satu-satunya srikandi dalam daftar. Meski mengalami penurunan moderat sebesar US$200 juta, ia tetap menjadi representasi vital bagi kekuatan sektor pusat data dan teknologi di Indonesia.

Sementara itu, Anthoni Salim menunjukkan daya tahan luar biasa. Kendati asetnya menyusut US$1,2 miliar, ia justru mampu naik ke posisi keempat. Hal ini membuktikan bahwa diversifikasi bisnis Salim Group di sektor telekomunikasi dan pangan memberikan bantalan yang lebih kuat menghadapi koreksi pasar dibandingkan para pesaingnya.

Baca Juga: Gema Kemenangan dari Kaki Gunung Wilis, SMPN 1 Ngetos Ukir Sejarah di Hari Jadi Nganjuk ke-1089

Konklusi: Realitas di Balik Angka

Fenomena penurunan nilai kekayaan yang dialami hampir seluruh taipan ini mencerminkan kondisi ekonomi makro yang menguji ketahanan korporasi besar. Dengan asumsi kurs yang menyentuh Rp17.300 per dolar AS, fluktuasi mata uang menjadi variabel krusial dalam menentukan nasib triliunan rupiah para penguasa ekonomi ini di mata dunia.

Daftar Real-Time Billionaires ini bukan sekadar deretan angka, melainkan cermin dari strategi bertahan, perebutan pengaruh, dan dinamika industri yang terus bergerak liar di bawah langit Indonesia.


Catatan Redaksi: Konversi mata uang menggunakan asumsi kurs Rp17.300 per dolar AS sesuai data periode laporan.

Halaman:

Tags

Terkini