advertorial

Disergam Timbunan Sampah, Sekda Jabar Desak Penataan Kolong Jembatan Pasopati

Selasa, 15 September 2026 | 19:29 WIB

NAWACITAPOST.COM — Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menyoroti tajam kondisi memprihatinkan di bawah Jembatan Pasopati (Jembatan Mochtar Kusumaatmadja), Kota Bandung.
 
Di tengah upaya mempercantik wajah kota, area vital tersebut justru didapati masih dipenuhi timbunan sampah yang menumpuk.

Langkah tegas pun langsung diambil saat memimpin gerakan bebersih di kawasan Taman Skateboard, kolong Jembatan Pasopati, Sabtu (12/9/2026).
 
Baca Juga: Didepak Usai Setahun Menjabat, Ini Tiga Kontroversi Purbaya Selama Menjadi Menkeu
 
Herman menginstruksikan seluruh unsur kewilayahan untuk bergerak cepat dan konsisten menata kawasan tersebut tanpa penundaan.
 

"Pagi ini kita melakukan gerakan bebersih di bawah Jembatan Pasopati. Kita lihat bagaimana sampahnya menumpuk luar biasa," ujar Herman.

Ia menumpahkan perhatiannya pada kawasan kolong jembatan yang merupakan bagian penting dari estetika dan wajah Kota Bandung.
 
Baca Juga: Usai Reshuffle Menkeu, Anak Purbaya Lontarkan Komentar Menohok
 
Menurutnya, aksi tanggap darurat berupa pembersihan lapangan tidak akan cukup jika tidak diimbangi komitmen berkelanjutan dari tingkat kecamatan hingga kelurahan.
 

"Kolong Jembatan Pasopati harus bersih dan tidak pakai lama," tegasnya.

Lebih lanjut, Herman memperingatkan kondisi darurat pengelolaan sampah yang kian membendung di tingkat hilir.
 
Baca Juga: Karier Cemerlang Prof Suahasil Nazara Jadi Menkeu RI, Agustus Gea: Perjuangan Panjang
 
Kapasitas Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Sarimukti yang semakin terbatas menuntut perubahan fundamental dalam pengelolaan sampah perkotaan, dimulai langsung dari sumber rumah tangga.

"Seperti sampah-sampah ini, ujungnya dibuang ke TPS Sarimukti, sementara Sarimukti sudah penuh," ujarnya.

Guna mencegah krisis berkepanjangan, ia meminta jajaran kecamatan dan kelurahan proaktif mengedukasi masyarakat mengenai pengurangan, pemilahan, hingga daur ulang sampah mandiri.

"Komponen kecamatan harus membantu mengedukasi masyarakat untuk mengurangi sampah dari rumah tangga, memanfaatkan sampah dan mendaur ulang sampah sejak dari rumah tangga," ungkapnya.
 
Baca Juga: Suahasil Nazara Jabat Menkeu, Yasonna Laoly Sebut Kebanggaan Ono Niha untuk Indonesia

Di akhir peninjauannya, Sekda Jabar menegaskan kembali pentingnya integrasi tindakan antara aksi kebersihan di lapangan dan edukasi penanganan sampah di tingkat hulu.

"Jadi kami minta komitmen unsur kewilayahan, terutama kecamatan, agar permasalahan persampahan ini diselesaikan sejak dari hulu," pungkas Herman.

Tags

Terkini