NAWACITAPOST.COM - Masih ingat dengan nama Eep Saefulloh? Ya, ia bisa dikatakan memiliki peran besar dalam kemenangan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla saat mengalahkan pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa di Pilpres 2014 silam.
Tak hanya itu, Eep Saefulloh juga berhasil mengantarkan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menang di kontestasi Pilkada DKI 2017 silam. Lantaran, ia memberikan strategi kampanye dan trik untuk memenangkan hati pemilih khususnya warga DKI Jakarta.
Lantas, siapa Eep Saefulloh , simak ulasan profil dan biodata hingga karirnya yang dihimpun dari berbagai sumber.
Ya, pemilik nama lengkap Eep Saefulloh Fatah ini merupakan pria kelahiran Cibarusah, Bekasi, Jawa Barat 1967. Anak bungsu dari 8 bersaudara ini, ia menjalani masa kecil hingga remaja di suatu kampung bernama Babakan.
Eep Saefulloh mengemban pendidikan di SD Madrasah Ibtida'iyah, dan SMP, Cibarusah. Selanjutnya, ia melanjutkan pendidikan di SMAN Bekasi. Ia merupakan pria yang rajin dan cerdas selama duduk dibangku sekolah.
Setela taman sekolah, Eep Saefulloh melanjutkan pendidikan di Universitas Indonesia, fakultas Ilmu Politik. Berhasil, ia lulus dengan gelar sarjana S1. Selama memakai almamater kuning itu, ia pernah menjadi Ketua Umum Forum Studi Islam FISIP UI, Ketua Umum Senat Mahasiswa FISIP UI, dan Koordinator Forum Komunikasi Badan Perwakilan Mahasiswa dan Senat Mahasiswa se-Universitas Indonesia.
Dengan ilmunya dan pengalaman berorganisasinya, Eep Saefulloh dipercaya menjadi staf pengajar dan peneliti di jurusan Ilmu Politik Fisip UI. Mata kuliah yang ikut diasuhnya adalah Pengantar Ilmu Politik, Sistem Politik Indonesia, Metodologi Ilmu Politik, dan Konsensus dan Konflik Politik.
Tak hanya di pendidikan, Eep Saefulloh pernah menjadi Litbang di Redaksi Republika sejak 1994 hingga 1997. Lalu, ia mulai berkecimpung di media surat kabar hingga menjadi wakil pemimpin redaksi jurnal Seri Penerbitan Studi Politik kerjasama antara UI dan penerbit Mizan.
Kecerdasan dan kemapuan menganalisa membuat Eep Saefulloh cepat melesat dalam perjalanan karirnya. Pasalnya, Ia juga pernah menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Utusan Golongan mulai 1 Juli 1998 lalu ia memutuskan untuk mundur setelah 7 bulan mengemban tugas tersebut.
Keputusan tersebut justru membuat karirnya meningkat karena Eep Saefulloh mendirikan dan memimpin Komisi Pemberdayaan Pemilih (KPP atau Joint Committee for Voter Education) yang melakukan kegiatan pendidikan politik selama penyelenggaraan Pemilu 1999.
Tak hanya itu, Eep Saefulloh juga terlibat dalam sejumlah aktivitas pendidikan politik pasca-Pemilu 1999, termasuk dengan menjadi salah seorang panelis dalam debat kandidat presiden pertama di Indonesia.
Setelah itu, Eep Saefulloh memutuskan untuk tinggal di Columbus, Ohio, Amerika Serikat bersama keluarga. Sekarang ia tercatat sebagai mahasiswa program PhD di Political Science Department, the Ohio State University, Columbus.
Sejak beberapa tahun terakhir ini, Eep Saefulloh juga fokus mengembangkan usaha bisnisnya. Ia saat ini menjabat sebagai Founder & CEO PolMark Indonesia (Political Marketing Consulting). Founder & CEO Dig-Inc.Asia (Digital Marketing and Solutions).