tokoh

Profil Ricky Surya Prakasa

Kamis, 27 April 2023 | 12:06 WIB

Jakarta, NAWACITApost.com - Mungkin masih banyak yang belum kenal dengan sosok Ricky Surya Prakasa. Namun, ketika disebut merek Salep 88, niscaya banyak orang yang akan mengaku pernah mendengarnya.  Pasalnya, brand yang berada di bawah bendera PT Meccaya ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu sebagai salah satu obat kulit berkualitas tinggi.

PT Meccaya didirikan oleh Benjamin Surya Prakasa pada tahun 1982. Perusahaan farmasi ini konsisten di bidang dermatologi (pharma dermatology). Selama 40 tahun Meccaya berdiri, merek andalannya, yaitu Salep 88, telah menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia secara turun-temurun untuk mengatasi masalah kulit akibat jamur.

Dari sisi manajemen organisasi, Meccaya kini dikelola oleh generasi penerus perusahaan keluarga ini. Ricky Surya Prakasa, generasi kedua, dipercaya menjabat sebagai Presiden Direktur PT Meccaya.

Di bawah kepemimpinan Ricky, Meccaya semakin dipercaya masyarakat dengan meraih berbagai penghargaan. Salah satunya, PT Meccaya berhasil menyabet penghargaan di ajang Superbrand Award selama tiga kali berturut-turut, sejak 2019 hingga 2021.

Penghargaan itu menjadi bukti kepercayaan konsumen terhadap mutu produk salep yang telah dikenal dari generasi ke generasi itu. "Kami selama 40 tahun dapat mempertahankan dan senantiasa meningkatkan mutu dari produk kami sehingga masyarakat loyal terhadap produk yang kami hasilkan,” ujar Ricky.

Ricky bukan sekadar anak dari keluarga pemilik, tapi juga punya bekal kompetensi yang ciamik untuk memimpin sebuah perusahaan. Setelah lulus dari program bachelor di Seattle University dengan predikat magna cum laude, ia menyelesaikan studi MBA di kampus yang sama, pada 1996. Kemudian, ia mengikuti Senior Executive Leadership Program di Harvard University, 2019-2022.

Karier Ricky dimulai di bidang finansial, sebagai peserta program internsip di Merryll Lynch. Selesai dengan program itu, ia kemudian mengikuti program Management Associate di Citibank Indonesia.

Kiprah Ricky di perusahaan keluarganya dimulai pada 1998, dengan menjabat sebagai Direktur Keuangan. Saat itu Indonesia sedang dilanda krisis moneter yang cukup berat. Sektor manufaktur dan perdagangan yang mengandalkan pengadaan barang impor juga terkena dampak kenaikan biaya yang signifikan. Meccaya mengalami kesulitan akibat kenaikan harga dan kelangkaan bahan baku produksi.

Dalam menghadapi kondisi tersebut, Ricky berupaya menerapkan strategi adaptif dan sustainable secara bertahap, dengan memperbaiki gross margin dan profitability ratio sebagai target utamanya. Untuk mencapai target utama tersebut, Ricky mengadopsi pendekatan Value Over Price yang merefleksikan sustainable strategy dan daya saing produk di pasar. Inti strategi ini adalah mengedepankan peningkatan mutu di setiap kenaikan harga.

"Adanya Value Over Price Strategy memacu perusahaan untuk meningkatkan mutu produk dan service-nya, serta memantau komponen biaya dan peningkatan efisiensi di setiap alur operasional perusahaan,” kata Ricky.

Segala aktivitas yang dipimpin oleh Ricky tersebut membuahkan pertumbuhan bisnis 5-20% setiap tahun. Ia berharap perkembangan ini terus berlanjut dengan adanya penambahan produk-produk baru dan unit bisnis di tahun 2023, yaitu Unit Consumer Health dan Dermo Cosmetics.

Ricky menargetkan, pada 2023 akan menjajaki pasar ekspor Asia Tenggara, dimulai dengan Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Ia juga akan mendaftarkan brand Meccaya melalui platform registrasi Madrid Protokol. "Harapan kami, suatu saat Indonesia memiliki perusahaan pharma dermatology terdepan di Asia Tenggara," kata dia.

Tags

Terkini