Wanita kelahiran Kediri, 20 November 1961 ini, telah menjabat sebagai Wali Kota Surabaya selama dua periode. Risma merupakan wanita pertama yang terpilih sebagai walikota Surabaya sepanjang sejarah.
Diriwayat pendidikannya Risma menempuh pendidikan dasar di SDN Kediri dan lulus pada tahun 1973. Ia melanjutkan pendidikan ke SMPN 10 Surabaya dan lulus pada tahun 1976. Ia melanjutkan pendidikan ke SMAN 10 Surabaya dan lulus pada tahun 1976. Kemudian, ia melanjutkan pendidikan ke SMAN 5 Surabaya dan lulus pada tahun 1980. Risma melanjutkan pendidikan sarjana di jurusan Arsitektur, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, dan lulus pada tahun 1987. Kemudian, pendidikan pascasarjana Manajemen Pembangunan Kota di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang lulus pada tahun 2002.
-
Pada 4 Maret 2015, Risma mendapatkan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa dari ITS, yang diberikan dari bidang Manajemen Pembangunan Kota di Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan.
Selama memimpin Surabaya, ia pernah meriah penghargaan Adipura pada tahun 2011, 2012, 2013, dan 2014 untuk kategori kota metropolitan. Selain itu, ia berhasil menjadikan Kota Surabaya menjadi kota yang terbaik partisipasinya se-Asia Pasifik pada tahun 2012 versi Citynet atas keberhasilan pemerintah kota dan partisipasi rakyat dalam mengelola lingkungan.
-
Tri Rismaharini adalah anak ketiga dari lima bersaudara dari pasangan Mochammad Chuzaini dan Siti Mudjiatun. Ia dilahirkan di Kediri, Jawa Timur pada tanggal 20 November 1961. Masa kecil Risma lebih banyak dihabiskan di Kediri. Dikarenakan beberapa hal, Risma dan saudara-saudaranya harus pindah ke Surabaya ketika menjelang usia remaja.
Saat memimpin, baik itu saat menjadi walikota maupun mentri sosial, ia dikenal dengan gaya memimpin berdasarkan teori kepemimpinan transformasional. kepemimpinan transformasional sendiri diartikan sebagai kemampuan pemimpin untuk mengubah lingkungan kerja, motivasi kerja, model kerja dan nilai-nilai kerja yang dirasakan bawahan sehingga dapat lebih mengoptimalkan kinerja yang akan dicapai sesuai tujuan organisasi.
Di bawah kepemimpinannya, Risma telah melakukan banyak perubahan dan pencapaian yang luar biasa, terutama dalam meningkatkan pelayanan publik, khususnya pelayanan terkait penataan ruang publik atau taman kota. Bu risma pun termasuk orang yang tegas terhadap setiap pelanggaran yang dibuat, baik itu dari jajaran pemerintahan maupun dari warga Surabaya sendiri.
Risma juga dikenal dengan sosok yang sederhana, jujur dan merakyat. Kesederhanaan Bu Risma sudah menjadi sifat bawaan sejak beliau kecil dan terlihat pada awal pertama kali Bu Risma menjabat, masyarakat menyambut dengan sukacita lalu mereka melakukan jabat tangan, serta ungkapan kebahagiaan atas terpilihnya Bu Risma sebagai wali kota Surabaya.
-
Sedangkan kejujuran beliau terlihat pada saat memberitahukan kepada publik seberapa banyak harta kekayaan yang Bu Risma miliki dan itu memang sangat sedikit.
Bu Risma menjadi sosok yang peduli pada masyarakatnya terbukti saat beliau menangani gangster di Surabaya. Bu Risma mengadakan pertemuan dengan anak-anak yang terlibat dengan para orang tua dan menyuruhnya untuk meminta maaf lalu berpelukan dengan para orang tuanya.
Sifat kepedulian yang dimilikinya menjadikan masyarakat semakin percaya dengan bentuk nyata kepedulian Bu Risma atas masalah-masalah yang ada di Surabaya. Sifat merakyat Bu Risma terlihat pada kegiatan blusukannya ke tempat-tempat yang mengalami kekurangan dan perlu perhatian lebih dan blusukan ini sudah menjadi gaya dari Bu Risma menjabat sebagai Wali Kota hingga menjadi Kementerian Sosial saat ini.