tokoh

Luhut Binsar Panjaitan (LBP) Yang Dipercaya Tiga Presiden.

Jumat, 25 September 2020 | 14:49 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST- Luhut Binsar Panjaitan atau biasa disapa dengan sebutan LBP. Pria kelahiran 26 September 1947 ini saat menjabat Komandan Korem 081/Dhirotsaha Jaya, Madiun, Jawa Timur terpilih sebagai Komandan Korem Terbaik di Indonesia tahun 1995.

Baca Juga : Luhut Binsar, Rona Wajah Batak, Dahulu Ayahnya Sopir, Miskin, Kini Menteri Maritim Investasi


Di militer, tepatnya lingkungan Kopassus tak asing baginya. Tugas negara pernah dilakukannya. Pasukan kontingen garuda VI, 1974 dan Komandan Satuan Pengamanan RI/VVIP Pada KTT ASEAN Manila, Filipina (1984). Belum lagi penugasan militer lainnya selalu terpilih  menjadi yang terbaik.

Namun, kedekatannya sebagai anak buah Jenderal Benny Moerdany membuat langkahnya terhenti ke jenjang militer lebih tinggi; Kasad, dan Panglima TNI.

LBP (kanan) Berbincang dengan Gus Dur

Ya, saat itu Benny Moerdany dianggap berbahaya bagi kekuasan Presiden RI kedua, Soeharto. Semacam ancaman. Dan, orang yang dekat dengan Benny.Satu persatu disingkirkan. Termasuk LBP ini.

Reformasi yang melengserkan Soeharto dari tampuk kekuasannya. Secara konstitusi, Wakikl Presden Habibie, menjadi Presiden ketiga. Era Habibie LBP dipercaya sebagai Duta Besar Indonesia untuk Singapura. Presiden Gus Dur pun mempercayai dan memilihnya menjadi Menteri Perdagangan. Kemudian sempat meredup  meredup di pemerintahan selama 13 tahun. Namun, saat Jokowi sebagai Presiden. LBP dipilih

Jokowi mempercayainya sebagai Kepala Staf Kepresidenan RI (2014–2015), Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, Dan Keamanan RI (2015–2016), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (2016–2019), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Kabinet Indonesia Maju (2019–2024).

Terlepas dari pro dan kontranya orang tentang LBP atau biasa disapa opung. Loyalitas dan ketegasan serta sikap tak pernah berubah dengan apa yang pernah diucapkan. Menjadi daya tarik dan pembisik yang tepat bagi ayah dari Gibran Rakabuming Raka, Kahiyang Ayu, dan Kaesang Pangerap memilih dan mempertahankannya.

Apa yang ditugaskan kakek dari Jan Ethes, Sedah Mirah Nasution, La Lembah Manah, dan Panembahan Al Nahyan Nasution selalu tuntas dan selesai sebelum waktunya. Bahkan deringan  telepon (baca; Handphone) dari Presiden Jokowi selalu di sambut dengan kata ya dan bisa.

Pernah dalam suatu kesempatan. Handphone LBP bunyi dengan nada getar. Ternyata Jokowi memanggilnya. Tanpa a dan b. Padahal, saat itu suami dari Devi Simatupang sedang mengambil makanan ke piringnya. Piring makanan diletakan. Dia pamit ke panitia dan pemilik acara tersebut. Segera meluncur ke Istana Negara  bertemu dngan Presiden Jokowi.

Hal lainnya, pemindahan ibu kota Negara ke Kalimantan dan rekomendasi  Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi sebagai Menteri Agama  dari LBP juga. Kabar itu bisa benar dan bisa tidak.

-
LBP dan Jokowi

Yang jelas, Jokowi ini Presiden ‘meniru’ Soekarno, dan Megawati serta membangun jaringan dengan aktvis 98. Soal ‘tiru’ Soekarno. Dr. Johannes Leimena adalah orang paling dekat dengan Soekarno. Dan Leimena tak pernah berkhianat kepada kakek dari Puan Maharani.  J. Leimena  menjabat menteri selama 20 tahun tanpa putus di era Preiden pertama, Soekarno, dalam 18 kabinet yang berbeda

Demikian juga dengan LBP.  Opung dari Faye Hasian Simanjuntak tak mungkin juga berkhianat. Tetap menjalankan sebagai menteri. Terserah orang bilang menteri rasa presiden. Yang jelas tanda tangan keputusan dalam lembar  kertas negara tak ada tanda tangan LBP sebagai Presiden.

Bahkan,  bukan hanya Jokowi yang mempercayai LBP. Presiden Ketiga,

 

Tags

Terkini