NAWACITAPOST.COM — Sejumlah kepala daerah di Indonesia tercatat memiliki total kekayaan dalam jumlah besar berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Data ini dilaporkan secara resmi dan dapat diakses publik sebagai bagian dari komitmen transparansi pejabat negara.
LHKPN sendiri merupakan instrumen pelaporan kekayaan yang dikelola oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setiap pejabat negara, termasuk bupati, wajib melaporkan total harta kekayaannya secara berkala untuk mencegah praktik korupsi serta meningkatkan akuntabilitas kepada masyarakat.
Berdasarkan angka kekayaan yang beredar dari laporan tersebut, berikut lima bupati dengan total kekayaan terbesar.
5. Haji Harno – Rp128 Miliar
Haji Harno menjabat sebagai Bupati Rembang, Jawa Tengah dan dikenal memiliki latar belakang sebagai pengusaha sebelum memasuki dunia politik.
Total kekayaan yang dilaporkan mencapai Rp128 miliar. Sebagian besar asetnya berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan di sejumlah lokasi strategis. Selain itu, ia juga tercatat memiliki kendaraan, harta bergerak lainnya, serta investasi yang menopang nilai total kekayaannya.
Riwayatnya di dunia usaha disebut menjadi faktor utama dalam akumulasi aset yang dimiliki, jauh sebelum ia menduduki jabatan sebagai kepala daerah.
4. Suwardi Haseng – Rp130 Miliar
Di posisi keempat terdapat Suwardi Haseng, Bupati Soppeng, Sulawesi Selatan, dengan total kekayaan Rp130 miliar.
Komposisi kekayaannya terdiri dari berbagai aset tanah dan bangunan, kepemilikan saham, serta investasi di sejumlah sektor usaha. Sebelum aktif di pemerintahan daerah, Suwardi Haseng diketahui memiliki sejumlah bisnis yang menjadi sumber utama perolehan hartanya.
Pelaporan kekayaan secara terbuka melalui LHKPN menjadi bagian dari mekanisme pengawasan publik terhadap pejabat daerah yang sedang menjabat.
Baca Juga: Mengenal Sosok Dr. dr. Sutoto, M.Kes, FISQua, Sang Arsitek Mutu Rumah Sakit Indonesia
3. Muhammad Natsir Ali – Rp147 Miliar
Muhammad Natsir Ali, Bupati Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, menempati posisi ketiga dengan total kekayaan sebesar Rp147 miliar.
Dalam laporan kekayaannya, aset yang dimiliki meliputi tanah dan bangunan di beberapa wilayah, kendaraan bermotor, serta harta bergerak lainnya. Selain itu, terdapat pula kas dan setara kas dalam jumlah signifikan yang turut menyumbang total nilai kekayaan.
Sebagai figur yang memiliki pengalaman panjang di bidang pemerintahan dan organisasi, laporan LHKPN menunjukkan pertumbuhan aset yang relatif stabil selama masa jabatannya.