Jakarta, NAWACITAPOST.com – “Saya memahami pernyataan Presiden Jokowi ini dari perspektif lain. Lari estafet menjadi analogi bagi pentingnya melanjutkan visi atau paradigma yang diyakini baik: penyediaan infrastruktur dasar, visi Indonesia-sentris, penguatan alokasi APBN utk belanja publik, melawan kemiskinan ekstrem, reformasi sistem kesehatan, integrasi sistem administrasi publik, reformasi arsitektur fiskal, dan lainnya. Bagus untuk dijadikan bahan diskursus,” jelas Prastowo Yustinus dalam akun Twitternya @prastow, Sabtu, 17 Juni 2023.
Baca Juga : SBY Mengakui Keunggulan Megawati dan Jokowi
Penjelasan staf ahli Menteri Keuangan ini, ditanggapi oleh kader Partai Demokrat, Rachland Nashidik di hari yang sama, melalui akun Twitternya @rachlannashidik. “Di benaknya, "Kepemimpinan" itu ibarat lari Estafet (Relay Race). Inilah olahraga lari beregu, dimana pelari menempuh jarak tertentu sebelum menyerahkan tongkat penyambung ke teman satu tim yang menunggu di depan.
Jadi, dengan analogi itu, Pak Jokowi sebenarnya mau menyerahkan tongkat kepemimpinan RI hanya pada teman satu regu atau satu tim. Dalam politik, itu artinya satu kubu. Satu blok politik.
Harapan Jokowi, bila dikaitkan dengan pertemuan AHY (Demokrat) dan Puan Maharani (PDI-P) mempunyai arti, bahwa membangun bangsa harus bergotong royong dan bersatu agar kita bisa melangkah kearah yang lebih maju secara bersama-sama komponen bangsa. Bukan lagi dari nol, tetapi harus lari estafet.