Di sisi lain, pasangan Eman dan Dena tidak memiliki pengalaman yang cukup dalam dunia politik. Menurutnya, pengalaman ini sangat penting untuk memahami dinamika dan kebutuhan masyarakat.
"Mereka tidak pernah terjun di partai dan tidak pernah mengalami pahit getirnya memperjuangkan kepentingan partai politik. Itu yang membedakan antara kandidat yang memang berasal dari partai dengan yang tidak," tambahnya.
Melemahkan Marwah Partai
Keputusan DPP PAN yang mendukung kandidat di luar kader internalnya menimbulkan pertanyaan besar di kalangan para kader PAN Majalengka. Bagi Tete, langkah ini tidak hanya mengecewakan, tetapi juga melemahkan marwah partai.
"Marwah partai itu harus dijaga. Ketika kader internal sudah siap, semestinya itulah yang didukung. Jangan sampai perjuangan kader yang sudah babak belur malah dikesampingkan," tegas Tete.
Tete pun menyerukan kepada seluruh kader PAN dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga integritas partai politik. Ia menilai, memilih pemimpin yang memiliki rekam jejak kuat di politik, seperti Karna Sobahi, merupakan bentuk penghormatan terhadap marwah partai.
"Dukunglah orang yang memang memiliki pengalaman di politik. Pak Karna sudah terbukti berkomitmen memperjuangkan aspirasi partai dan masyarakat. Beliau melalui proses yang tidak mudah di partai politik, dan itulah yang harusnya kita hargai," tandasnya.(Defri Ardiansyah)