politik

Tim Lucy Demokrat Bantah Lakukan Paksaan Dukungan, Notaris: Termasuk Pelecehan Profesi!

Selasa, 24 Mei 2022 | 17:28 WIB

Surabaya NAWACITAPOST - Tim pemenangan Lucy Kurniasari dalam pemilihan ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat kota Surabaya periode 2022-2027, bersama pihak Notaris membantah tuduhan ada unsur paksaan, jebakan bahkan ancaman terkait penandatangan dukungan kepada Lucy Kurniasari.


H. Junaedi, tim pemenangan bakal calon Lucy Kurniasari di pemilihan Ketua DPC Demokrat Surabaya memastikan bahwa adalah murni permintaan DPAC dan tidak ada unsur paksaan dalam penandatangan dukungan 29 DPAC yang dilakukan dihadapan Notaris pada tanggal 25 Januari 2022 lalu.


Ia menjelaskan kronologi sebagai berikut. Hari itu, Selasa 25 Januari 2022, sebagai anggota Komisi IX DPR RI, sekaligus Plt. Ketua DPC Demokrat Surabaya, Lucy Kurniasari melakukan evaluasi terkait program TKM (tenaga kerja mandiri) yang selama ini melibatkan pengurus partai.


" Maka itu, bu Lucy mengundang seluruh ketua DPAC untuk mendengar laporan," Ungkap anggota DPRD Surabaya tahun 2009 hingga 2019 ini.


Setelah selesai, DPAC sendiri yang menginisiasi bersepakat melakukan penanda tanganan dukungan kepada Lucy Kurniasari sebagai ketua DPC dan ini sudah disetujui semua yang hadir. Dan kemudian dihadirkanlah seorang Notaris yang akan melegalisasi.


" Pada tahun 2020 dan 2021, mereka juga sudah tanda tangan dengan materi yang sama, meski tidak disahkan Notaris. Masak dibilang ada pemaksaan, jebakan apalagi ancaman, " Tegas Kaji Jun sapaan politikus yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC Demokrat Surabaya ini, Selasa 24 Mei 2022 di Surabaya.


Kenapa penandatangan dilakukan didepan Notaris, menurut Kaji Jun hal ini dilakukan untuk menghindari politik transaksional saat pemilihan Ketua DPC partai Demokrat Surabaya periode 2022-2027 kedepan.


" Sebelum penanda tanganan juga sudah dijelaskan oleh Notaris bahwa hal ini bukan paksaan dan mereka serempak menjawab SIAP, " Ungkapnya.


Urusan somasi kepada pihak-pihak yang melakukan fitnah, Ia mengaku sudah berjalan. " Ini sebagai upaya, agar tidak ada yang berbuat seperti ini lagi," Tandasnya.


Pernyataan ini juga dipertegas oleh empat Ketua DPAC yang turut hadir, antara lain Samson DPAC Tandes, Didik Wiyung, Herman Benowo dan Samiaji Bulak.


Keempat Ketua DPAC tersebut mengaku hadir dan menandatangani pernyataan dukungan tanpa ada paksaan.


"Sebelumnya sudah diadakan pertemuan 3 hingga 4 kali, jadi mustahil kalau dibilang ini ada pemaksaan," Ujar Samson DPAC Tandes.


Hal senada disampaikan Didik DPAC Tandes. Menurutnya, saat itu semua yang hadir sudah diberikan waktu untuk membaca dan mempelajari dokumen yang akan ditandatangani, " Jadi tidak ada unsur paksaan, " Katanya mempertegas.


Herman Benowo dan Samiaji Bulak juga menegaskan tidak ada unsur paksaan. " Kami respect terhadap bu Lucy yang mana telah berbuat banyak untuk kemajuan Demokrat Surabaya yang di pimpinnnya, khususnya juga perhatian kepada masyarakat Surabaya, " Aku mereka.

Halaman:

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB