"Akan tetapi dengan sisa waktu masih 2 bulan menuju hari pemilihan, peta elektoral masih berpotensi berubah, menjadikan persaingan semakin menarik dan dinamis. Pemenangnya akan terlihat pada saat hasil survei di hari tenang," ujar Hanta Yuda.
Sementara Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, hasil survei ini tidak bersifat mutlak, pada Pilkada 27 November mendatang.
Pasalnya, masih ada waktu untuk kedua pasangan kandidat meningkatkan popularitas dan elektabilitas masing-masing.
"Pemilihan ini bisa berubah, naik turun. Pak Eman jangan terlalu santai, Pak Karna masih ada waktu jangan patah semangat apalagi dua setengah bulan bukan waktu yang pendek itu waktu yang panjang. Selisih juga enggak terlalu jauh. Dua setengah bulan bisa membuat perubahan," tandasnya.(Defri Ardiansyah)