Selasa, 23 Juni 2026

Elektabilitas Paslon Karna-Koko Meningkat 2,6% dan Paslon Eman-Dena turun 3,7% dari hasil Dua Survei Dalam Seminggu

Photo Author
Nurjayakbe, Nawacita Post
- Selasa, 1 Oktober 2024 | 13:08 WIB
Dua lembaga survei yakni Poltracking Indonesia dan Indikator Politik Indonesia, telah merilis hasil survei terbaru terkait elektabilitas pasangan calon dalam Pilkada Kabupaten Majalengka 2024.
Dua lembaga survei yakni Poltracking Indonesia dan Indikator Politik Indonesia, telah merilis hasil survei terbaru terkait elektabilitas pasangan calon dalam Pilkada Kabupaten Majalengka 2024.

Majalengka, NAWACITAPOST.COM – Beberapa hari lalu, dua lembaga survei yakni Poltracking Indonesia dan Indikator Politik Indonesia, telah merilis hasil survei terbaru terkait elektabilitas pasangan calon dalam Pilkada Kabupaten Majalengka 2024.

Dari dua hasil survei itu menunjukkan perubahan signifikan dalam tren elektoral, di mana pasangan Karna Sobahi dan Koko Suyoko mengalami lonjakan dukungan, sementara pasangan Eman Suherman dan Dena M. Ramdhan alami penurunan.

Hasil survei yang dilakukan Poltracking Indonesia pada tanggal 1-7 September 2024 menunjukkan pasangan Eman-Dena masih unggul dengan elektabilitas sebesar 56,9%, sedangkan Karna-Koko berada di posisi kedua dengan 32,3%. Namun, 10,8% responden menyatakan belum menentukan pilihan atau tidak menjawab.

Sementara itu, survei dari Indikator Politik Indonesia yang dilaksanakan pada 8-13 September 2024 memperlihatkan perubahan tren, di mana elektabilitas Eman-Dena menurun menjadi 53,2%, sedangkan Karna-Koko mengalami peningkatan signifikan menjadi 34,9%. Adapun responden yang tidak tahu atau tidak menjawab mencapai 11,9%.

Berdasarkan dari penelitian oleh Poltracking terlihat lebih dulu dilakukan survei yaitu tanggal 1-7 September dengan hasil sebesar 56,9 persen untuk Eman dan Dena.

Pasca itu, disusul oleh lembaga survei Indikator pada tanggal 8-13 September 2024. Dengan hasil elektabilitas Eman dan Dena sebesar 53,2 persen.

Memperhatikan dari hasil kedua lembaga survei tersebut, terlihat dalam waktu 7 hari pasca survei Poltracking, elektabilitas Eman dan Dena mengalami penurunan sebesar 3,7 persen.

Sementara Karna Sobahi dan Koko Suyoko elektabilitasnya dari 32,3 persen naik jadi 34,9 persen, atau mengalami kenaikan 2,6 persen. Responden yang tidak menjawab atau belum menentukan pilihan juga naik sebesar 1,1%.

Rilis hasil survei Poltracking Indonesia sendiri dilakukan pada 29 September 2024, dengan metode stratified multistage random sampling terhadap 600 responden di 26 kecamatan di Kabupaten Majalengka.

Adapun untuk pengambilan data dilakukan secara proporsional berdasarkan data jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2024, dengan margin of error +/- 4.1% pada tingkat kepercayaan 95%.

Sementara itu, Indikator Politik Indonesia merilis hasil temuannya pada 25 September, dengan menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah sampel 400 orang.

Margin of error untuk survei ini sebesar ±5% dengan tingkat kepercayaan 95%. Keduanya menggunakan wawancara tatap muka untuk pengumpulan data, yang melibatkan pewawancara terlatih.

Hasil Survei Belum Menjamin Kemenangan Seutuhnya

Mengutip pernyataan Direktur Eksekutif Poltracking, Hanta Yuda AR dalam rilisnya dia mengatakan bahwa pemenang Pilkada Majalengka 2024 masih belum bisa diprediksi karena dinamika politik menjelang hari pemilihan pada 27 November 2024 berpotensi berubah.

Halaman:

Editor: Nurjayakbe

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini