Jakarta, NAWACITAPOST- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) membantah tudingan yang muncul anggapan bahwa parpol pendukung utama Presiden Jokowi itu seperti oposisi.
Hal ini terkait pemerintah melalui Kementerian Perdagangan masih ingin menjalankan impor beras hingga 1 juta ton, Namun kebijakan itu ditolak PDIP.
Menyikapi hal itu, Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan partainya masih sebagai pendukung pemerintah.
"Soal tuduhan PDI perjuangan partai oposisi, kami partai pendukung pemerintah, " kata Hasto, Kamis (25/3).
Hasto mengungkapkan, penolakan Impor beras oleh PDIP adalah bagian dari melindungi Presiden Jokowi.
"Kami dorong untuk tidak impor beras. Lebih baik kita melakukan diversifikasi pangan, melindungi Bapak Presiden Jokowi yang telah miliki kebijakan pangan berdikari, tetapi dipotong di tengah jalan oleh Menteri Perdagangannya, "kata Hasto.
Namun, di sisi lain, Hasto mengingatkan kepada Mendag Muhammad Lutfi bahwa masyarakat Indonesia saat ini sudah bisa menilai mana kebijakan yang pro rakyat, dan kebijakan yang justru merugikan rakyat.
"Mendag Luthfi, jangan rendahkan kecerdasan rakyat dengan berbagai kalkulasi - kalkulasi yang sebenarnya untuk mengatakan impor harus dilakukan, "ujarnya.