Baca Juga : Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu : 24.000 Anggota TNI Terpapar Radikalisme
Penggiat media sosial pun mendukung langkah mantan Wakil Panglima TNI. Melalui tulisan di akun twiternya Denny Siregar menulis “Ya, Pak Menteri @Kemenag_RI. Sudah saatnya tidak berwacana lagi, tapi sudah susun langkah kongkrit supaya radikalisme di pemerintahan habis.
Lebih lanjut Denny menambahkan kebijakan dan strategi penanganan gerakan radikal sangat ditunggu masyarakat, tegasnya.
Sebenarnya Kementrian Agama sudah mendeteksi adanya penyebaran paham-paham radikal. Kelompok radikal ini mula-mula mengirim seseorang yang berpenampilan bagus (ganteng dan tampan) serta penguasaan bahasa Arab yang fasih dan mumpuni. Kemudian diangkat menjadi imam dan mendapat kepercayaan menjadi pengurus Masjid.
Densus 88
Dari sinilah bibit dan benih-benih paham radikal itu akan menjalar dan menyebar kemana-mana. Termasuk ke BUMN, ASN, lembaga pendidikan, dan lembaga lainnya. Kelompok radikal ini jika sudah menjadi tuan rumah di tempat ibadah. Kata dan tindakannya akan menghalalkan segala cara. Yang tidak sepaham dan sealiran akan disingkirkan secara halus dan kasar.
Apalagi di musim Pilkada ini, Politik Identitas akan mereka mainkan. Baginya, mendukung yang sepaham perlu dilakukan, sebab bila yang didukung menang. Mereka dengan mudahnya masuk dalam kekuasaan. Itulah yang mereka jalankan dan harapkan.
Kembali ke soal langkah Menag. Betul pernyataan Denny. Wacana harus dengan langkah pasti. Segera eksekusikan program itu. Agar rakyat nyaman dan aman dari rongrongan kaum khilafah. FPI, HTI dan kelompok radikal lainnya. Jangan dijadikan teman lagi, jauhi saja lebih tepat. Kata kompromi dan negosiasi sudah tak perlu dilakukan lagi.