NAWACITAPOST.COM - Dewan Pimpinan Daerah Partai Solidaritas Indonesia (DPD PSI) kota Surabaya menggelar Kopdarda (Kopi Darat Daerah) bersama para kader dan relawannya.
Acara yang digelar di hari ke-19 Ramadhan 2024 (Sabtu, 30/3/2024) ini, sekaligus dijadikan ajang silaturahmi dan buka puasa bersama.
Menariknya, selain dihadiri beberapa anggota Dewan PSI Surabaya plus calon Dewan terpilih, Kopdarda pertama pasca Pemilu ini mengundang Wali kota dan Wakil Wali kota Surabaya, Eri Cahyadi - Armuji.
Baca Juga: Berikut Deretan Caleg Terpilih DPRD Surabaya Dapil 2, Kursi PDIP diambil PSI
Kepada awak Nawacitapost.com, Ketua DPD PSI kota Surabaya Erick Komala mengaku agenda ini tidak berhubungan dengan Pilwali 2024.
"Kami hanya ingin kembali bernostalgia dan menjalin kekerabatan lebih erat lagi dengan beliau berdua. Dulu ketika 2020 saya sempat dipercaya jadi tim pemenangan ERJI (Eri-Armuji)," sebut Bro Erik, sapaan calon anggota DPRD Jatim terpilih ini.
"Dulu saya banyak belajar dari perjuangan beliau, saya ikut selama kurang lebih 30 hari. Selalu saya amati, saya tiru dan modifikasi, sehingga PSI dari 4 kursi di DPRD Surabaya menjadi 5 kursi plus 1 kursi DPRD provinsi Jawa Timur," tutur Erick.
Baca Juga: Incumbent PSI Dapil 5 Unggul dalam perolehan suara di Partai Mawar
Ia juga menegaskan, bahwa agenda ini juga bukan deklarasi, "Karena kita bersahabat baik dengan pak Wali kota dan Wakil Wali kota, mereka ingin rawuh. Ini silaturahmi antar partai atau bisa disebut antar warga Surabaya," tukas Erick Komala.
Sementara itu, Wali kota Surabaya Eri Cahyadi, menegaskan bahwa PSI adalah partai yang luar biasa. Selain terkait dukungannya di Pilwali 2020, selama ini wakil-wakil PSI di DPRD Surabaya juga selalu bersinergi dengan pemerintah Kota Surabaya.
Buktinya, masih kata Eri, di kota Surabaya yang dulu angka kemiskinan 11,7 persen, kini saat dirinya menjabat tinggal 6,45 persen.
Baca Juga: Gotong Royong Bagi Takjil, PDIP Surabaya Perkuat Ukhuwah pada masyarakat
Begitu juga kasus stunting, yang dulu di angka 5,8 persen tertinggi di Jawa Timur, sekarang turun di angka 4,8 persen, terendah se-Indonesia.
"Ini juga hasil sinergitas antar partai yang ada di DPRD dengan pemerintah Kota Surabaya," sebutnya.