politik

EMPAT NAMA MULAI MENGEMUKA, DARI EMIL DARDAK HINGGA RISMA: KE MANA ARAH PILGUB JATIM 2029?

Senin, 28 September 2026 | 13:51 WIB

Namun, tantangannya juga jelas: membangun mesin politik teritorial dan mendapatkan kendaraan partai untuk kontestasi gubernur.

ERI CAHYADI: DARI SURABAYA MENUJU JAWA TIMUR?

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga mulai disebut dalam bursa Pilgub Jatim 2029.

Dalam survei ARCI terhadap pemilih muda, Eri memperoleh 10,3 persen. Angka ini menempatkannya sebagai salah satu nama yang diperhitungkan dalam survei tersebut.

Dari sisi politik, Eri mempunyai modal sebagai kepala daerah di kota terbesar Jawa Timur. Pengalaman memimpin Surabaya juga menjadi salah satu faktor yang membuat namanya diperbincangkan untuk kontestasi tingkat provinsi.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah pada September 2026 menyebut Eri sebagai salah satu kader yang memiliki rekam jejak untuk diperhitungkan. Namun, PDIP juga menegaskan masih memiliki sejumlah kepala daerah lain yang berpotensi masuk bursa.

Sementara itu, Ketua DPD Golkar Jawa Timur Ali Mufthi menyebut Eri mampu menerjemahkan pemikiran-pemikiran Golkar dalam menjalankan pemerintahan. Golkar, bagaimanapun, menyatakan belum menentukan figur yang akan diusung untuk Pilgub Jatim.

Dengan demikian, nama Eri sudah mendapatkan perhatian dari sejumlah kekuatan politik, tetapi belum dapat disebut sebagai calon resmi.

RISMA: MODAL ELEKTORAL 2024

Tri Rismaharini mempunyai karakter modal yang berbeda.

Mantan Menteri Sosial dan mantan Wali Kota Surabaya tersebut sudah mengalami langsung pertarungan Pilgub Jawa Timur. Pada Pilgub Jatim 2024, pasangan Tri Rismaharini–Gus Hans memperoleh 6.743.095 suara sah.

Sementara pasangan Khofifah Indar Parawansa–Emil Dardak memperoleh 12.192.165 suara, sedangkan pasangan Luluk Nur Hamidah–Lukmanul Khakim memperoleh 1.797.332 suara. Data tersebut merupakan hasil rekapitulasi resmi KPU Jawa Timur.

Data 2024 tersebut penting karena Risma bukan lagi sekadar nama yang disebut dalam survei. Ia telah mempunyai pengalaman elektoral tingkat provinsi dengan basis suara yang terukur.

Namun, angka Pilgub 2024 tidak dapat otomatis diperlakukan sebagai ukuran elektabilitas Risma pada 2029. Konfigurasi kandidat, isu, partai pengusung dan kondisi politik lima tahun kemudian dapat berbeda.

EMPAT FIGUR, EMPAT JENIS MODAL

Halaman:

Tags

Terkini

Kapan Warisan Keraton Yogyakarta Dipulangkan Inggris?

Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:18 WIB