NAWACITAPOST.COM - Calon Presiden nomor urut 1, Anies Baswedan telah menyuarakan kritik terhadap Proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang sedang berlangsung di Kalimantan Timur.
Anies Baswedan menyatakan pandangannya bahwa proyek ini memakan anggaran negara yang terlalu besar tanpa memberikan manfaat yang sebanding dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam kampanyenya di Karawang, Anies Baswedan mengungkapkan kekhawatirannya terhadap alokasi anggaran yang tidak sesuai dengan kebutuhan yang mendesak. Menurutnya, anggaran besar yang digunakan untuk pembangunan IKN seharusnya dapat dialokasikan untuk membangun kota-kota lain di Indonesia.
"Kita punya kebutuhan urgent, saya sering katakan kita membangun IKN hari ini, uang sebesar itu kalau dipakai untuk membangun banyak kota supaya lebih maju, transportasi umum lebih baik, air minum lebih baik," ujar Anies kepada awak media, beberapa waktu lalu di Bandung, Jawa Barat.
Anies Baswedan juga menekankan pertanyaan kritis terkait manfaat pembangunan IKN: "Manfaatnya mana? Lebih banyak di satu kota atau di banyak kota?" Dengan ini, ia ingin mengajak masyarakat untuk mempertimbangkan kembali kebijakan pembangunan yang diambil oleh pemerintah.
Lebih lanjut, Anies menyampaikan bahwa dalam kepemimpinannya, prioritas anggaran negara akan difokuskan pada kebutuhan masyarakat yang dianggap lebih mendesak dibandingkan pembangunan IKN. Ia ingin memastikan bahwa dana yang terbatas tersebut digunakan untuk kepentingan yang lebih urgent dan penting bagi masyarakat Indonesia.
Sebelumnya, Anies Baswedan juga menyatakan niatnya untuk mengkaji ulang Undang-Undang IKN. Menurutnya, IKN masih berada di DKI Jakarta, dan ia berjanji untuk mengevaluasi kembali aspek hukum terkait relokasi ibu kota.