Surabaya NAWACITAPOST - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani, melakukan peninjauan langsung terhadap pelaksanaan Kampung Arek Suroboyo Ramah Perempuan dan Anak (KAS-RPA) di Balai RW 05 Kelurahan Balongsari, Kecamatan Tandes, Kota Surabaya, pada Minggu (19/11/2023). Dalam peninjauan tersebut, turut hadir Heri Achmad Wiyono, Politisi PDI Perjuangan yang juga menjabat sebagai Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Tandes.
Heri, yang menyatakan dirinya bangga terhadap implementasi program KAS-RPA di RW 05 Kelurahan Balongsari, mengakui kesadaran tinggi warga terhadap kesetaraan gender. "Warga RW 05 Kelurahan Balongsari sudah sangat sadar akan kesetaraan gender. Mereka secara inisiatif bergotong-royong menciptakan kampung yang ramah bahkan aman bagi anak. Saya turut bangga atas keguyuban warga bersama-sama membangun kampung ini," ujar Heri.
Menurutnya, penerapan KAS-RPA di RW 05 Kelurahan Balongsari adalah hasil dari sinergitas seluruh aspek masyarakat yang ada. Heri menilai bahwa sinergi tersebut melibatkan pengurus RT dan RW, PKK, KSH, PAUD, Posyandu, dan seluruh warga di kampung tersebut. "Mustahil jika dilakukan satu atau dua orang saja. Saya yakin sinergitas seluruh aspek kampung terjalin sangat bagus hingga membuahkan hasil yang bagus pula," tambahnya.
Heri mengapresiasi KAS-RPA sebagai salah satu program unggulan Pemerintah Kota Surabaya yang telah diakui sebagai Kota Layak Anak oleh Menteri PPPA. "Pemerintah Kota Surabaya memahami betul bahwa anak adalah generasi penerus bangsa, dan perempuan atau ibu sebagai pendidik utama dan pertama untuk anak. Maka perhatian terhadap perempuan dan anak dijadikan prioritas dalam pembangunan sumber daya manusia masyarakat Kota Surabaya," jelas Heri.
Ia juga menyoroti pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum yang ramah terhadap perempuan dan anak di Kota Surabaya. "Tak hanya melalui pembangunan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum sangat ramah terhadap perempuan dan anak. Jadi tidak salah Menteri PPPA menobatkan Surabaya sebagai Kota Layak Anak, bahkan hingga enam kali berturut-turut," imbuhnya.
Heri menyampaikan harapannya agar keberhasilan yang telah diterapkan di RW 05 Kelurahan Balongsari dapat menjadi inspirasi bagi kampung-kampung lain di Kota Surabaya. "Saya berharap tak hanya di RW 05 Kelurahan Balongsari saja yang bisa seperti ini, semoga semakin banyak kampung-kampung lain di Kota Surabaya yang bisa disebut kampung ramah perempuan dan anak," tutupnya. (BNW)