NAWACITApost.com - Setahun menjabat Panglima TNI. Sudah banyak terobosan yang dilakukan Panglima TNI ke-21 (17 November 2021 – 19 Desember 2022), Jenderal TNI Andika Perkasa. Salah satu paling krusial mengizinkan keturunan anggota PKI untuk mendaftar menjadi anggota TNI. Andika punya alasan kuat untuk soal ini, bahwa sesuai isi TAP MPRS No.25 Tahun 1966, yang dilarang itu adalah PKI, ajaran Komunisme, Marxisme, dan Leninisme, bukan keturunan PKI. Panglima kala itu Andika Perksa melanjutkan, apabila panitia seleksi menggagalkan calon prajurit karena alasan tersebut, maka keputusan itu tidak memiliki dasar hukum.
Ternyata apa yang diputuskan Andika soal keturunan PKI untuk berkiprah dalam seleksi calon prajurit TNI. Sejalan dan senafas dengan Presiden RI ke-4 Gus Dur.
Faisal Ismail dalam buku NU: Moderatisme dan Pluralisme (2020) menuliskan, alasan Gus Dur bermaksud mencabut Tap MPRS Nomor 25 Tahun 1966 karena ingin menghapus diskriminasi politik yang selama ini menghantui keturunan eks-PKI. Dalam keyakinan Gus Dur, tulis Faisal Ismail, semua warga negara memiliki hak politik yang sama tanpa harus terbebani dengan apa yang dilakukan pendahulunya.
Sementara Cendekiawan Muslim Islah Bahrawi dalam podcast TV di Mind TV menyatakan bahwa Prabowo belum merevisi dukungannya ke FPI dan 212.
Kekhawitaran Bahrawi soal Prabowo yang belum merevisi ini,yang bisa menjadikan FPI, HTI dan 212, bila Prabowo menang sebagai Presiden, akan membuat kelompok-kelompok yang dulu dibubarkan Presiden Jokowi akan melekatkan politik identitas dalam bermasyarakat dan bernegara.
Yang jelas Andika bila diduetkan dengan Ganjar Pranowo (sudah ditetapkan dan diumumkan sebagai Capres PDIP oleh Ketum Megawati Soekarnoputeri, pada Jumat 21 April 2023 di Istana Bogor) sebagai Cawapres, maka politik identitas tidak akan leluasa bergerak di bumi Nusantara.
Sebab, poin utama membangun Indonesia maju dan sejajar dengan negara-negara maju, adalah tidak adanya rongrongan utama dari dalam negeri, khususnya kelompok-kelompok FPI dan 212, seperti yang dicemaskan dikhawatirkan Bahrawi.
Bahkan, kabarnya kubu Prabowo khawatir, apabila Andika sebagai Cawapres Ganjar.
Pasalnya, ceruk suara dari keluarga besar TNI dan Polri akan dibagi dua atau semakin besar dukungannya ke Andika.
Belum lagi dukungan suara dari keluarga Gus Dur atau kelompok Gus Durian yang militan akan mengalihkan suaranya ke kubu Andika.
Hal inilah yang membuat ketar-ketir kubu Prabowo, Bila Andika Perkasa diduetkan dengan Ganjar Pranowo sebagai Cawapres, yang secara rekam jejak tidak ada masalah pelanggaran HAM selama berkarir di TNI.