Surabaya NAWACITAPOST - Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan kota Surabaya, Hadrean Renanda memastikan PDIP Surabaya siap menghadapi Pemilu serentak 2024 dengan sistem apapun, baik proporsional terbuka maupun tertutup.
Pernyataan ini disampaikan Hadrean dalam dialog 'RUMAH DEMOKRASI' yang ditayangkan live stasiun televisi TVRI, Selasa 6 Juni 2023, siang kemarin.
Di temui Diagramkota.com, Hadrean mengakui PDIP mendukung sistem proporsional tertutup dengan berbagai pertimbangan.
"Pada dasarnya sistem pemilihan proporsional terbuka ataupun tertutup ini bukan sistem pemilihan baru yang berlaku di Indonesia," ungkapnya, Rabu 7 Juni 2023, di Surabaya.
"Seperti kita ketahui, pada tahun 2009 kita mulai dengan sistem pemilihan terbuka dan diputuskan pada Desember 2028, 4 bulan sebelum pencoblosan dan sekitar 7 hari menjelang tahapan kampanye," beber Hadrean.
"Artinya, saat ini kita sudah melalui keduanya, baik pemilihan dengan sistem proporsional tertutup maupun terbuka, dan itu tidak ada masalah semuanya," imbuhnya.
Menurut Hadrean Caleg dapil 5 Surabaya ini, apa yang menjadi pandangan dari PDI Perjuangan tentunya sudah menjadi konsekuensi ataupun pertimbangan segenap kader.
"Mengapa kami harus memilih kembali kepada proporsional tertutup, ini melalui pertimbangan yang panjang," katanya kembali.
Dalam sistem proporsional tertutup, dipastikan akan memberi peluang lebih besar kepada para kader yang sudah bertahun-tahun mengabdi serta mengikuti berbagai proses kaderisasi di partai, salah satunya adalah sekolah partai.
Proporsional tertutup juga menutup peluang para petualang politik yang punya uang serta ketenaran dan pragmatis yang menghendaki jabatan tertentu. "Mereka ini muncul dan tiba-tiba dicalonkan, belum memiliki kapabilitas atau kemampuan dan belum terbiasa bertarung dalam konstelasi pemilu. Hal itu yang saat ini terjadi di sistem Proporsional terbuka," katanya.
"Dan bahayanya, biasanya para petualang politik ini ketika jadi akan besar kepala dan sudah tidak lagi mau mendengarkan apa yang diinstruksikan oleh partai," Imbuh Hadrean.
Disamping itu, masyarakat juga akan memilih sebuah partai berdasarkan gagasan, visi dan misi. "Para kader partai akan turun kemasyarakat, membawa gagasan, visi dan misi partai. Nah ini yang menjadi poin penting," tegasnya.
Namun, lanjut Hadrean, sistem ini memang tidak sempurna dan masih ada kelemahan, yaitu terkadang masyarakat tidak kenal anggota Dewan yang mewakilinya, kemudian juga masalah keterwakilan baik untuk kaum perempuan, milenial dll," cakap pria yang berprofesi sebagai pengusaha ini.
"Tapi pada prinsipnya, apapun sistem pemilihan yang akan digunakan itu sama saja. Kita tidak bisa menyebut mana yang paling baik dan mana yang paling buruk. Semuanya baik dan sesuai konstitusi," jelas Hadrean.
"Dan sebagai partai Kader, Caleg-caleg di PDI Perjuangan tidak akan berpengaruh dan sudah siap dengan apapun sistem pemilunya, karena kami maju bukan asal-asalan melainkan sudah melalui proses kaderisasi yang panjang," tukasnya. (BNW)