Kamis, 4 Juni 2026

Soal Viral Gibran Ngegas Tepis Isu PKI, FKUB Majalengka: Politik Identitas Haram Hukumnya

Photo Author
nurjayakbe, Nawacita Post
- Selasa, 2 Mei 2023 | 21:46 WIB

Majalengka, NAWACITAPOST.COM - Jelang Pemilihan Umum Presiden 2024, kini kembali menyeruak soal isu yang menerpa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terkait PKI.

Hal tersebut membuat geram Walikota Solo Gibran Rakabuming, dengan tegas Putra sulung Presiden Joko Widodo itu membalas cuitan netizen yang melakukan kampanye hitam dengan menyinggung soal sara dalam rangka mendulang simpati masyarakat tentang isu PKI.

Dalam cuitannya, Walikota Solo tersebut membalas dengan ngegas bahwa selama kontestasi politik Presiden Joko Widodo jilid pertama dan kedua diterpa isu PKI masih tetap kokoh di hati masyarakat Indonesia.

"Bilang ke korlap lu. Serangan2 seperti ini udah kalian lakukan di 2014 dan 2019. Sudah terbukti 2x kalah dan masyarakat tidak simpatik. Masa mau lu ulangin lagi pola seperti ini di 2024 ," ujar Gibran dalam cuitan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Majalengka angkat bicara, KH. Asep Syahidin menuturkan bahwa dirinya menilai dengan adanya kampanye yang menyinggung soal sara tidak dibenarkan adanya.

"Pandangan kami bahwa kampanye politik yang membawa isu sara atau ras tidak benar bahkan haram hukumnya," ujar KH Asep Syahidin Hidayat saat ditemui di kantor FKUB, Selasa (2/5/2023).

Menurut KH Asep, tidak hanya dalam tataran pemerintahan, agama juga telah memberikan pesan secara tegas bahwa kampanye hitam dengan membawa isu Suku Agama Ras dan antar golongan (Sara) dilarang.

Ketua FKUB Majalengka itu juga menegaskan bahwa jelang pemilu 2024 mendatang, pihaknya telah mendapatkan pembekalan dan bimbingan dalam menyikapi isu sara yang dapat memecah belah persatuan bangsa.

"Jelang pemilu seperti saat ini, Kemendagri telah memberikan pembekalan kepada FKUB, Kepala Daerah dan Kesbangpol seluruh Indonesia dalam menyikapi adanya praktek kampanye politik yang membawa isu sara dipandang sangat berpotensi besar dalam memecah belah umat dan bangsa ditengah Negara Majemuk seperti Indonesia ini," ungkapnya.

Mengingat hal tersebut, dirinya mengaku dengan adanya keterlibatan dari unsur Forkopimda dan elemen organisasi masyarakat telah memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya dalam menghadapi isu sara yang kerap dijadikan bahan kampanye politik oleh sebagian orang yang tidak bertanggung jawab dalam mendulang suara.

"Yang pasti selama ini khususnya di Kabupaten Majalengka kita banyak memberikan pendidikan politik kepada masyarakat terkait politik yang santun, bermartabat. Karena sekuat apapun orang melakukan black campaign dengan isu sara, masyarakat kita sudah dewasa dan melek teknologi."

"Dan terbukti bahwa isu PKI yang menyudutkan PDIP tidak membuat berkurangnya simpati masyarakat kepada partai berlambang banteng," tandasnya.(Defri Ardiansyah)

Editor: nurjayakbe

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB