Jakarta, NAWACITAPOST.com –Beranjak dari pernyataan Presiden RI ke-6 SBY, bahwa segala sesuatu harus didasarkan pada hukum. Maka, itulah yang digunakan oleh kubu Demokrat KLB Deli Serdang dalam menentukan keadilannya.
Baca Juga : Moeldoko Ketua Umum Partai Demokrat Sah Hasil KLB Deli Serdang
Ya, KLB Deli Serdang sudah mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke MA, dan sementara diproses. Jadi kita tunggu saja hasil dari PK tersebut.
Kemudian bila dikaitkan dengan adanya koalisi rencana Golkar dan Demokrat Cikeas. Maka faktor PK KLB Demokrat Deli Serdang ke MA harus menjadi pertimbangan dari hal tersebut.
Katakanlah PK ditolak, berarti koalisi kedua partai itu bisa berlanjut. Tetapi, seandainya PK dikabulkan, maka koalisi itu bisa tidak berlanjut. Apa sebabnya? Hal ini karena didasarkan pada Koalisi Indonesia Bersatu atau KIB yang beranggotakan Golkar, PAN dan PPP.
Yang mana PPP melalui Rapimnas secara resmi mendukung Capres Ganjar Pranowo, setelah PDIP lebih dulu menetapkan nama Gubernur Jawa Tengah tersebut.
Bahkan Plt Ketum PPP Muhamad Mardiono beserta jajaran pengurus lainnya telah bertemu dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputeri didampingi Ketua DPP PDIP Bidang Hukum dan HAM Yasonna Laoly dan jajaran pengurus PDIP lainnya, di kantor DPP PDIP Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Minggu (30/4/2023).
Sementara PAN melalui Rakernas di Kota Semarang bulan lalu telah mengusulkan nama Ganjar sebagai Capres, tetapi belum secara resmi bertemu dengan PDIP, tetapi hal ini hanya soal waktu saja.
Dari adaya dua partai dari KIB yang sudah menetapkan dan mengarah ke capres Ganjar, maka tinggal Golkar yang belum menentukan nama Capres.
Soal ini (KIB) pernah disinggung Presiden Jokowi dalam suatu pertemuan, bahwa KIB sudah terbentuk Oktober tahun 2022, tetapi belum menentukan siapa capres dan cawapresnya.
Sehingga, bila nanti akan berkoalisi dengan Demokrat, berarti Golkar tak mendukung Ganjar. Itupun dengan catatan PK KLB Demokrat Deli Serdang ditolak, tetapi jika PK dikabulkan ada kemungkinan Kubu KLB merapat ke PDI Perjuangan dan tidsk menutup kemungkinan jadi Cawapres Ganjar Pranowo jika melihat dari sudut pemimpin yang ideal adalah mereka yang melanjutkan program nawacita pembangunan Jokowi. Dalam hal itu keunggulan Moeldoko dua periode jadi Kepala Staf Presiden ( KSP) akan memastikan terlaksana harapan keberlanjutan bahkan menuntaskannnya.
Sementara Golkar akan mencari koalisi baru atau tidak berkoalisi. Tetapi soal yang terakhir ini agak sulit bagi Golkar.