Jakarta, NAWACITApost.com - Moeldoko dan Pratikno keduanya berasal dari keluarga sederhana. Moeldoko lahir di Kediri, Jawa Timur pada tahun 1957 dan merupakan anak dari seorang petani. Sedangkan Pratikno lahir di Solo, Jawa Tengah pada tahun 1961 dan merupakan anak dari seorang guru.
Keduanya tumbuh dan dibesarkan dalam lingkungan yang sederhana dan penuh dengan nilai-nilai kekeluargaan yang kuat. Dalam keluarga mereka, pendidikan dan kerja keras selalu dihargai dan diutamakan.
Meskipun berasal dari keluarga sederhana, namun Moeldoko dan Pratikno memiliki tekad yang kuat untuk meraih cita-cita mereka. Moeldoko memilih untuk bergabung dengan TNI dan melanjutkan karir militernya, sedangkan Pratikno memilih untuk meniti karir di dunia akademik dan pemerintahan.
Meskipun karir dan latar belakang keduanya berbeda, namun mereka memiliki kesamaan dalam tekad dan semangat untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. Keduanya memiliki keinginan yang besar untuk memajukan Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Dengan tekad dan semangat yang kuat, Moeldoko dan Pratikno berhasil meraih kesuksesan dan mencapai posisi-posisi penting di dalam pemerintahan. Keduanya menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang berasal dari latar belakang yang sama dengan mereka.
Kisah perjuangan Moeldoko dan Pratikno menunjukkan bahwa apapun latar belakang seseorang, asalkan memiliki tekad dan semangat yang kuat, maka tidak ada hal yang tidak mungkin untuk dicapai. Keduanya membuktikan bahwa dengan kerja keras dan tekad yang kuat, seseorang dapat meraih kesuksesan dan memberikan kontribusi yang besar bagi bangsa dan negara.
Pratikno, saat ini menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara di dalam Kabinet Indonesia Maju yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara sejak Oktober 2019. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM).
Sedangkan Moeldoko, usai meletakkan jabatannya sebagai Panglima TNI, kini menjabat sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP). Baik Moeldoko maupun Pratikno, keduanya adalah figur penting dalam pemerintahan Indonesia yang dikenal karena kesetiaan mereka terhadap rakyat.
Keduanya dianggap sebagai tokoh pro-rakyat yang berjuang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Selama menjabat sebagai KSP, selalu berusaha untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan rakyat dengan cara menyelenggarakan dialog terbuka dengan berbagai kelompok masyarakat.
Dalam beberapa kesempatan, Moeldoko selalu mengingatkan jajarannya untuk tidak pernah lelah melayani masyarakat. Ia menegaskan, apa yang menjadi perintah, keinginan, dan pernyataan Jokowi harus dipastikan berjalan di lapangan.
"KSP ini hadir untuk melakukan debottlenecking. Apa yang jadi concern Presiden harus jalan. Jadi kalau anak KSP datang ke kementerian, itu perintah saya, perintah Moeldoko," kata Moeldoko dalam keterangannya dalam keterangan tertulisnya.
Sementara itu, Pratikno juga dianggap berhasil mendorong pengembangan pendidikan yang lebih inklusif dan merata bagi seluruh masyarakat. Ia juga dikenal sebagai sosok yang selalu mendengarkan aspirasi rakyat dan berusaha untuk memperjuangkan hak-hak mereka.
Keduanya juga memiliki visi yang sama untuk meningkatkan kualitas hidup rakyat Indonesia. Moeldoko dan Pratikno percaya bahwa dengan memperkuat pendidikan, meningkatkan akses ke layanan kesehatan, dan menciptakan lapangan kerja, maka kesejahteraan rakyat dapat ditingkatkan.