Jakarta, NAWACITApost.com - Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika DPP Partai Demokrat Pimpinan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, Saiful Huda Ems (SHE) membantah tudingan yang menyatakan pihaknya ingin mengadu domba Anas Urbaningrum dengan Partai Demokrat. Menurutnya, tudingan itu juga sangat tidak masuk akal
"Sangat tidak mungkin sekali Partai Demokrat KLB Pimpinan Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko mau mengadu domba antara Anas Urbaningrum (AU) dengan Partai Demokrat, tidak masuk akal itu," kata SHE, di Jakarta, Sabtu (15/4/2023).
Partai Demokrat, lanjut SHE, baik itu yang dipimpin oleh Moeldoko maupun Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak pernah melakukan kejahatan apapun, termasuk kejahatan politik terhadap Anas. Menurutnya, kejahatan politik itu dilakukan oleh pimpinan Partai Demokrat, yang kala itu dipimpin oleh Susilo Bambang Yudhoyono.
"Yang ada dan sangat jelas pernah terjadi itu, SBY yang dahulu pernah menjegal AU dari Ketum Partai Demokrat," kata SHE.
SBY juga dinilai membegal Partai Demokrat dengan menghapus jejak sejarah pendirian partai berlambang bintang Mercy tersebut. "SBY menghilangkan seluruh pendiri Partai Demokrat yang berjumlah 99 orang, kecuali almarhum Ventje Rumangkang," kata SHE.
SBY, imbuh SHE, bahkan tidak malu-malu mengangkat dirinya sendiri sebagai Ketum Partai Demokrat setelah Anas dinyatakan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dengan alasan atas perintah Dewan Kehormatan Partai Demokrat yang tidak lain adalah SBY sendiri, bahkan Anas ditersangkakan mantan Presiden RI ke-6 itu melalui operator politiknya di KPK.
"Jadi itu artinya sama dengan SBY memerintahkan pada dirinya sendiri untuk menjadi Ketum Partai Demokrat, konyol tidak itu? Sangat memalukan tidak itu?. Setelah itu, baru kemudian SBY "menghabisi" seluruh loyalis setia AU yang menjadi pengurus Partai Demokrat di berbagai tingkatan, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kota dan kabupaten. Inilah begal partai yang sesungguhnya!" urai SHE.