Kamis, 4 Juni 2026

Prof Jimly Asshiddiqie, Sosok Pejuang Demokrasi yang Kental Warna Kebhinekaannya

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Sabtu, 22 Oktober 2022 | 10:58 WIB
Jimly Asshiddiqie
Jimly Asshiddiqie

Jakarta, NAWACITAPOST.COM - Sederet jabatan pernah melekat pada Jimly Asshiddiqie. Dimulai, saat pemerintahan Presiden sebagai Staf Ahli Menteri Pendidikan (1993-1998), kemudian diangkat menjadi Asisten Wakil Presiden RI B.J. Habibie, dipercaya menjadi Penasihat Ahli Menteri Perindustrian dan perdagangan (2001-2003), Tim Ahli PAH I BP-MPR (2001-2002) dan Penasihat Ahli Setjen MPR-RI dalam rangka Perubahan UUD 1945 (2002-2003).

Baca Juga : Dewan Perwakilan Daerah RI Siap Mendukung Semua Program Kementerian Sosial


Ketika Habibie menjabat Presiden, J B.J. Habibie membentuk Tim Nasional Reformasi Menuju Masyarakat Madani pada tahun 1998. Jimly dipercaya menjadi Ketua Kelompok Reformasi Hukum.

Ketua MK dua (2) perioden (2003-2006, dan 2006-2008), Anggota Dewan Pertimbangan Presiden 2010, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (2012 -2017).
Kini, ia sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode 2019 - 2024.
Walaupun setumpuk jabatan pernah diembannya, dan kini menjadi senator, jiwanya tetap sebagai seorang dosen dan guru besar di FH UI tak bisa dipisahkan darinya.
Suami dari Tutty Amalia boleh disebut pejuang demokrasi yang menegakan hukum dalam bingkai kemajemukan Indonesia.

Maka, ayah dari Robby Ferliansyah, Sheera Maulidya, Afida Nurul Fazria, Mieska Alia Farhana, dan Rafi Fakhrurrazy, yang kini berusia 66 tahun lebih ini, sangat tepat menerima Nawaciata Award tahun 2022, dalam kategori Pejuang Demokrasi.

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB