Surabaya NAWACITAPOST - Di pertengahan masa reses keempat, Abdul Ghoni Mukhlas Ni'am anggota DPRD Surabaya kembali turun menjumpai warga sekaligus sebagai ajang konsolidasi pengurus PAC PDI Perjuangan kecamatan Mulyorejo.
Anggota Komisi C ini berharap, pengurus partai yang merupakan bagian dari masyarakat diharapkan bisa melihat kondisi wilayahnya masing-masing, sehingga bila ada permasalahan bisa disampaikan ke tingkatan musbangkel, musrenbang atau langsung ke DPRD dan masuk kedalam POKIR (Pokok Pikiran) yang akan disahkan dalam APBD.
Ditengah sesi tanya jawab santai, Sucipto, ketua RW 1 Manyar Sabrangan mengatakan berkat pokok pikiran (pokir) dewan yang diusulkan Abdul Ghoni, kampungnya mendapat perbaikan infrastruktur.
"Alhamdulillah terbantu dengan adanya Pak Ghoni sebagai wakil rakyat kita. Sebab, setelah 10 tahun menunggu dan mengusulkan, akhirnya kampung kita di Manyar Sabrangan Gang 3 tersentuh pembangunan," ucap Sucipto, Senin 17 Oktober 2022.
Berkat pembangunan box culvert dan pavingisasi itu, menurut Sucipto, kawasan Manyar Sabrangan kini terbebas dari banjir. Setiap hujan deras, tak ada lagi kekhawatiran masyarakat akan banjir.
Selaku pengurus kampung, ia berharap ke depan ada pembangunan yang berkelanjutan terhadap wilayah yang masih belum tersentuh perbaikan infrastruktur.
Sementara itu, Abdul Ghoni menerangkan, anggaran di sektor sistem drainase pada APBD 2023 direncanakan akan naik.
Bila pada 2022 disiapkan sebesar Rp541,1 miliar, nanti pada 2023 anggaran direncanakan meningkat menjadi Rp867 miliar.
Anggaran tersebut dialokasikan untuk tiga sub kegiatan, di antaranya operasi dan pemeliharaan sistem drainase, rehabilitasi saluran drainase perkotaan, serta pembangunan sistem drainase.
"Saat ini, sedang kita bahas dalam R-APBD 2023. Yang pasti, penanganan terhadap sistem drainase terus dilakukan secara berkelanjutan dan menyeluruh. Karena itu, kita di DPRD Surabaya terus mendorong pemkot untuk mengintervensi kebijakan anggaran yang berkaitan dengan sistem drainase," ucap Ghoni.
Sebagai ketua Bamusi (Baitul Muslimin Indonesia) kota Surabaya, Abdul Ghoni juga menyatakan tidak akan segan melawan intoleran. "Seperti yang terjadi di Wiyung, saya lawan! pelarangan pendirian tempat ibadah berarti pemahaman keagamaannya masih minim," tegas Ghoni.
"Urusan agama itu, urusan kita sama Tuhan. Tapi sebagai mahluk sosial, kita harus bersinergi dengan baik," tambahnya.
Maka lanjut Ghoni, di PDI Perjuangan ada penekanan Nasionalis dan Religius bisa beriringan bergandeng tangan untuk menjaga kota ini dengan baik. "Kota yang toleran dan anti intoleran," tegasnya.
Harapannya, PAC PDI Perjuangan Mulyorejo dapat memberikan keteladanan atau contoh kepada masyarakat dalam menjaga toleransi baik suku, agama dan Ras.
Sebagai tuan rumah, Ketua PAC PDI Perjuangan Mulyorejo, Abdul Hamid, menyatakan bahwa kader harus bangga memakai seragam merah PDI Perjuangan.
"Mulanya anda biasa saja, begitu memakai baju merah, anda menjadi luar biasa," tegasnya.
"SK sampean tidak main-main, pernyataan njenengan ada harganya di jajaran kelurahan dan kecamatan. Dan pembangunan di wilayah Mulyorejo bisa jadi adalah usaha panjenengan," ucap Abdul Hamid yang juga menjadi tokoh agama di kecamatan Mulyorejo.
Sebagai ketua PAC, Hamid juga merasa bangga karena bisa mengajak para kader bersinergi dengan masyarakat memasyalakatkan wilayah Mulyorejo.
"Mari kita pro aktif berkoordinasi dengan wakil kita di DPRD, semua dalam upaya pembangunan infrastruktur di wilayah Mulyorejo," tandasnya. (BNW)