Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Selain pakar dibidang hukum, juga bukan pengurus Parpol, dan paling penting dari itu konsistensi, dan selalu mengedepankan moral, membuat Menkopolhukam Mahfud MD ditunjuk langsung Ketua Umum PDIP untuk mengisi materi di sekolah partai PDIP, kawasan Lenteng Agung, Jakarta, belum lama berselang.
Baca Juga : Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Mahfud MD Sayangkan PT LIB tak Indahkan Usulan Polisi
Mengawali sambutannya, Mahfud MD pun mendukung usulan PDI Perjuangan (PDIP) agar pemilu legislatif (pileg) kembali ke sistem proporsional tertutup. Dengan sistem ini, maka masyarakat saat pileg hanya memilih partai politik (parpol), bukan para calon anggota legislatif (caleg).
“Saya ingin tambahkan dukungan dulu kepada PDIP salah satunya agar pemilu itu kembali ke sistem proporsional tertutup. Kalau dikembalikan tertutup itu bagus. Diubah saja,” ujar Mahfud saat menjadi pembicara FGD bertajuk “Reformasi Sistem Hukum Nasional: Pendekatan Ideologi, Konstitusi dan Budaya Hukum” di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Kamis (13/10/2022).
Mahfud MD, memang tepat memberikan materi tentang hukum dihadapan peserta, yang terdiri dari Anggota Komisi III DPR Fraksi PDI Perjuangan, Badan Legislasi DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Badan Bantuan Hukum Dan Advokasi Rakyat (BBHAR) PDI Perjuangan di seluruh Indonesia.
Apalagi suami dari Zaizatoen Nihajati, bukan orang baru, bagi PDIP khususnya Ketua Umum Megawati Soekarnoputeri, Duetnya Gus Dur – Megawati, satu tahun reformasi (1999), dipercaya menjadi Menteri Pertahanan RI ke-21 (26 Agustus 2000 – 20 Juli 2001).
Walaupun, di tahun 2014 menjadi Ketua Tim Pemenangan Prabowo -Hatta, Ketua Mahkamah Konsistensi RI ke-2 (19 Agustus 2008 – 1 April 2013) dalam setiap tutur kata dan ucapannya dihadapan publik selalu mengedepankan rasa saling menghormati khususnya kepada siapa saja.
Lalu, apakah Menteri Kehakiman dan Hak Azasi Manusia ke-24 (20 Juli 2001 -23 Juli 2001) mengisi materi di sekolah partai yang dihadir Sekjen PDIP Hasto, dan Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Hukum, HAM dan Perundang-Undangan yang juga Menkumham, Prof. Yasonna H. Laoly, sementara Megawati sendiri hadir melalui daring.
Apakah ini pertanda sinyal ayah dari Mohammad Ikhwan Zain, Vina Amalia, dan Royhan Akbar akan menjadi Capres 2024 yang bakal diusung PDIP? Jika politik itu cair, segala kemungkinan bisa saja terjadi.