"Pak Koko hari ini dan 20 tahun ke belakang dari sisi profesionalisme kinerja, saya memandang, ya Pak Koko bukan orang biasa orang berprestasi, orang Majalengka bekerja di Jepang sampai pada level manager, itu saya yakin itu orang yang berprestasi. Karena enggak ada di perusahaan asing itu karena kedekatan itu dijadikan direktur, kalau bukan karena prestasi," jelasnya.
Pengalaman itu, tambah Budi, sama seperti yang dialami oleh anggota keluarganya yang bekerja di perusahaan luar negeri terkait naiknya karier itu berdasarkan prestasi bukan adanya kedekatan.
Melihat tersebut, ketika takdir memilih Paslon Cabup Cawabup 02, dirinya berharap sosok Koko Suyoko mampu menjadi stabilizer.
"Saya berharap kalau memang Allah berkenan Pak Koko jadi ya menjadi bagian yang menularkan kedisiplinan, kinerja, kebersihan, dan lain sebagainya untuk Majalengka. Itu sama halnya dengan yang lain, jadi bagi saya, tiga prinsip itu yang saya sampaikan."
"Pasalnya, Kabupaten Majalengka itu potensi sangat luar biasa, ini orang Majalengka tidur sekalipun Majalengka pasti maju karena kepentingan nasional, kepentingan provinsi," tandasnya.(Defri Ardiansyah)