Kamis, 4 Juni 2026

Tanpa 'Kudatuli', Tak Ada PDI Perjuangan

Photo Author
Elya Yudi, Nawacita Post
- Selasa, 26 Juli 2022 | 21:45 WIB

 

Surabaya NAWACITAPOST  - DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya adakan acara Refleksi dan Doa Bersama Peringatan 26 tahun Tragedi 27 Juli 1996 "KUDATULI" pada malam hari Selasa, 26 Juli 2022. Turut hadiri acara Wakil Walikota Surabaya Armuji dan Ketua DPRD kota Surabaya selaku ketua DPC, Adi Sutawiryono serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kota Surabaya.

Adi mengatakan bahwa rasa terima kasih kepada seluruh kader dan kepada jajaran yang hadir dalam acara. Serta rasa terima kasih khusus diberikan kepada Walikota dan Wakil Surabaya yang telah mendukung terselenggaranya acara.

"Kita hari ini mengelar peringatan ini, sejak sore hingga malam, doa bersama hingga pemotongan 26 tumpeng. Saya berterima kasih kepada Walikota Surabaya Eri Cahyadi dan Wawali Armuji yang secara penuh mendukung terselenggaranya acara ini" Ucap Awi sapaan akrabnya.

Ia juga menambahkan bahwa dengan diadakannya acara ini merupakan refleksi dan doa bersama untuk mendoakan para korban Kudatuli yang telah kehilangan nyawanya.

"Saya mengungkapkan bahwa dengan peristiwa kudatuli sebagai tombak kedaulatan partai, Jangan lupakan sejarah bahwa pejuang masa lalu rela hingga kehilangan nyawa untuk berjuang, semoga doa-doa yang kita panjatkan malam ini mengantarkan korban agar tenang." ujar Awi.

Wakil Walikota Surabaya yang biasa dipanggil Cak Ji, memberi sambutan dengan semangat perjuangan, serta menceritakan peristiwa yang terjadi 26 tahun lalu. "Malam ini sebagai refleksi bahwa sudah 26 tahun peristiwa ini bermakna. Kesolidan dan kekompakan serta gotong royong menjadikan kader PDI dari masa lalu hingga sekarang tetap berdaulat." Ucap Armuji.

Ia juga mengatakan bahwa tragedi 27 Juli 1996 yang terjadi pada 26 tahun lalu menjadikan

"Tanpa adanya peristiwa kudatuli, maka tidak akan ada PDI Perjuangan." Kata Cak Ji.

Dengan semangat yang sama, Whisnu Sakti Buana, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur  mengajak seluruh kader tidak hanya memperingati, tapi Peristiwa Kudatuli wajib menjadi refleksi untuk menegakkan kebenaran.

“Saya mengungkapkan bahwa dengan refleksi peristiwa Kudatuli malam ini, kader-kader PDI Perjuangan jangan melupakan sejarah. Bahwa pejuang partai di masa lalu rela hingga kehilangan nyawa untuk menegakkan kebenaran. Menegakkan kepemimpinan Ibu Megawati Soekarnoputri,” ujar Whisnu Sakti Buana.

Acarapun diakhiri dengan doa bersama bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kota Surabaya dan pemotongan tumpeng yang di pimpin oleh Adi Sutarwijono. (BNW)

Editor: Elya Yudi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB