Kamis, 4 Juni 2026

Nyatakan Darurat Kebohongan dan Kezoliman, Eko Kuntadhi : Itu untuk Rizieq Shihab

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Jumat, 22 Juli 2022 | 19:40 WIB
Tangkapan layat chanel YouTube TV One.
Tangkapan layat chanel YouTube TV One.

Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Belum genap 24 jam menghirup udara bebas, Rizieq Shihab membuat pernyataan menohok. “Negeri ini (Indonesia) telah melakukan darurat kebohongan dan kezoliman,” jelasnya di rumah pribadinya kawasan Petamburan dan dikeliling sejumlah pengikutnya.

Baca Juga : Rizieq Shihab Bebas, Jenderal Andika Perkasa Semakin Menguat Namanya Di Pilpres 2024


Terkait hal tersebut, aktivis Media Sosial Mohamad Guntur Romli dalam kicauan di akun Twitternya @GunRomli, mengomentari ceramahnya Rizieq Shihab setelah bebas sebagai kien Penjara menyatakan. “Koar-koar soal kebohongan, tapi dirinya sendiri malah berbohong soal statusnya, bukan sebagai tahanan kota, tapi masih klien penjara, Kamis (21/7/2022).

Bahkan penggiat media sosial Eko Kuntadhi dalam acara dua sisi di TV One menyebut, apa yang diucapkan Rizieq Shihab itu, sebenarnya itu, untuk diri Rizieq, supaya orang lain jangan mengikuti ucapan dan kelakuannya yang suka menyebar hoaks dan kebohongan, serta membuat kezoliman, tandasnya

Namun, pengacara Rizieq, Aziz Yanuar membela orang yang pernah keluar masuk penjara itu, bahwa itu memang benar Indonesia penuh dengan kebohongan dan kezoliman, maka Rizieq menyatakan perlunya darurat atau revolusi akhlak.

Ternyata bebasnya Rizieq Shihab itu membuat PKS gembira. Pasalnya, mungkin teman sesama  perjuangannya telah kembali, untuk melakukan hal-hal aneh, yang cenderung membuat kebanyakan rakkyat takut.

Melalui Mardani Ali Sera, PKS  setuju dengan ceramahnya Rizieq Shihab, tentang darurat kebohongan dan kezoliman.

Sebaliknya Pengamat Hukum pidana, Kapitra Ampera, bahwa pernyataan Rizieq itu bisa membuatnya masuk penjara lagi. Bahwa, Rizieq itu bukan episnetrum yang perkataannya menjadi kebenaran.

Padahal ceramah Rizieq di penjara dan luar penjara selalu sama, yaitu diduga mengajak pengikutnya untuk melawan pemerintah yang sah. Dan selalu, menimbulkan gesekan sesame anak bangsa, serta cenderung menerapkan politik identitas sebagai ‘senjatanya’

 

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB